Algiers, Gontornews — Pemerintah baru Aljazair resmi terbentuk. Sejumlah kabinet pemerintah terdahulu dipertahankan demi menghadapi krisis politik dan ekonomi yang disebabkan berkurangnya pendapatan negara dari sektor energi.
Sebagaimana diketahui, Presiden Aljazair terpilih, Abdelmadjid Tebboune menunjuk Abdelzaziz Djerat sebagai Perdana Menteri Aljazair, Sabtu (28/12). Keduanya sepakat untuk mempertahankan beberapa pos penting di pemerintahan guna mendukung upaya berkesinambungan dalam kebijakan utama negara.
Sebagai contoh, keduanya tetap menunjuk Abderrahmane Rouia sebagai Menteri Keuangan yang sebelumnya menjabat di posisi yang sama sejak tahun 2017. Sementara posisi Menteri Pertahanan, sebagaimana ketentuan konstitusi Aljazair, dipimpin langsung oleh Presiden Tebboune.
Dalam proses pemilihan Presiden, sebagaimana dilansir Reuters, Tebboune terpilih setelah meraih 58 Persen suara dari jumlah pemilih resmi terdaftar yang hanya mencapai 40 Persen saja. Meski mendapatkan protes dari masyarakat, ia tetap menawarkan dialog kepada demonstran walau pada akhirnya mereka tetap pada pendiriannya untuk tidak mengesahkan Presiden terpilih.
Dari sektor ekonomi, Aljazair sangat bergantung pada ketersediaan energi yang menyumbang 60 persen dari total pemasukan pemerintah. Namun, penjualan energi tersebut turun drastis sejak harga minyak jatuh pada 2014 sementara cadangan mata uang asing di Aljazair telah lebih dari setengah sejak saat itu.
Untuk menangani sektor energi, Pemerintah menunjuk Kamel Edine Chikhi. Sementara Gubernur bank sentral, pemerintah menunjuk Benabderahmane Ayman.
Demi menanggulangi permasalahan ekonomi, parlemen juga menyetujui undang-undang energi yang baru dimana investasi internasional untuk minyak dan gas menjadi lebih menarik di mata dunia. sementara untuk menahan penurunan produksi, pemerintah tetap membatasi kepemilikan asing atas proyek-proyek di sektor ini.
Sementara di sektor dalam dan luar negeri, Pemerintah menunjuk Sabri Boukadoum sebagai Menteri Luar Negeri, Mohamed Arkab sebagai Menteri Energi, dan Kamel Beldjoud sebagai Menteri Dalam Negeri.
Satu-satunya jabatan yang belum terisi adalah jabatan Wakil Menteri Pertahanan dengan Jenderal Tertinggi di militer mengisi posisi tersebut. lowongnya posisi tersebut tidak lepas dari kematian Jenderal Gaed Salah yang meninggal dunia akibat serangan jantung pada usia 79 tahun beberapa waktu lalu. [Mohamad Deny Irawan]






















