Jakarta, Gontornews — Sederhana, berjiwa sosial dan berprestasi. Kira-kira itu kepribadian yang melekat dalam diri aktivis gerakan zakat nasional, Mohamad Arifin Purwakananta.
Pria yang menjabat sebagai Deputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini merupakan sosok inspiratif yang semangatnya dalam mengurangi angka kemiskinan melalui zakat layak diapresiasi.
Adalah Arifin, merupakan seorang pejabat unit pelaksana tertinggi, setara Direktur Utama di BAZNAS sejak tahun 2017. Sebelum menjadi deputi, Arifin pernah diberi amanah sebagai Direktur Koordinasi Pengumpulan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional BAZNAS.
Selain itu ia juga pernah aktif di berbagai organisasi kemanusiaan dan di organisasi zakat lainnya seperti, Dompet Dhuafa. Dimana sebelum aktif di BAZNAS, guru STM Lenteng Agung Jakarta 1993 – 1994 dan Manajer Operasional Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Jakarta 1995- 1999 ini tercatat pernah aktif di Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa.
Di Dompet Dhuafa mulai dari staf Divisi Layanan Sosial, Pjs. Manajer Pemberdayaan SDM, Manajer Customer Care Divisi Penghimpunan, Manager Fundraising, General Manager Corporate Secretary, General Manager Resources Mobilization hingga Direktur Penggalangan Sumber daya dan Komunikasi Dompet Dhuafa pernah dijalaninya.
Dan hingga saat ini sebagai pejabat unit pelaksana tertinggi setara dengan Direktur Utama, Arifin bertugas memimpin tiga direktorat serta sekretariat untuk menjalankan seluruh program BAZNAS baik sebagai operator dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, maupun mengkoordinasikan Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia.
Karena dinilai berhasil memberikan pengaruh besar bagi peningkatan kinerja BAZNAS, Arifin kemudian diganjar sebagai Top Eksekutif Muslim 2019 pada Senin (29/7/2019) silam. Adalah Arifin dalam bidang pengumpulan zakat, telah sukses mendorong peningkatan rata-rata 35% dalam tiga tahun berturut turut dan berhasil mencapai pencapaian pengumpulan zakat dua kali lipat dari pencapaian tertinggi yang dapat dihimpun BAZNAS Pusat sejak berdiri tahun 2002 hingga 2016.
Pencapaian itu diperoleh dengan menggerakkan kinerja Amil dengan mendorong kapasitas personil dan mengembangkan budaya kerja produktif. Bukan hanya itu, Arifin bahkan tidak canggung memberikan keteladanan dengan membantu staf mengerjakan hal-hal kecil yang inovatif untuk membangkitkan budaya produktifitas di BAZNAS, termasuk dengan membangun klub-klub hobi di BAZNAS untuk melayani para millenial di BAZNAS.
Sedangkan di bidang pendistribusian, gagasan pengembangan Lembaga Program BAZNAS yang dikembangkan Arifin telah sukses mendorong BAZNAS berkarya lebih baik dan karenanya lebih diterima oleh masyarakat.
Dampak dari kebijakan itu, BAZNAS semakin piawai dalam mendistribusikan zakat untuk berbagai kasus kemiskinan, kesehatan dan krisis kemanusiaan, penanganan kemiskinan akibat bencana, program microfinance, pemberdayaan mustahik, pembinaan mualaf dan program-program lainnya.
Menurut Arifin, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan adalah musuh Ummat. “Kita harus terus mengupayakan mengikis
kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan sampai titik terendah. Di sinilah peran Gerakan Zakat Indonesia,” katanya seperti dikutip dari berbagai sumber. []


















