Depok, Gontornews — Berteduh dari sengatan sinar matahari memang enak. Namun, ternyata kurang sinar matahari bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Hal itu dikarenakan tubuh kita tidak bisa memproduksi vitamin D sendiri. Dan kita membutuhkan banyak asupan vitamin D dari sinar matahari. Dilansir hellosehat.com, beberapa penyakit yang muncul akibat kurang sengatan matahari ialah satu, gampang bad mood.
Menurut sebuah penelitian dari American Journal of Geriatric Psychiatry, orang yang kurang sinar matahari jadi sepuluh kali lebih rentan mengalami depresi. Sedangkan sinar matahari mampu mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.
Dua, berat badan naik. Tubuh kita membutuhkan senyawa kimia bernama oksida nitrat untuk menjaga sistem metabolisme dan pencernaan. Senyawa ini banyak ditemukan dalam radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari.
Jika tubuh kekurangan oksida nitrat, tubuh jadi lebih sulit mengendalikan nafsu makan. Sehingga Anda menjadi semakin banyak makan. Lama-lama berat badan bisa naik dan bisa berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Maka, jangan lagi takut kulit menjadi gelap, terbakar, atau terkena kanker kulit. Tidak hanya itu, dikutip alodokter.com, menurut sebuah penelitian, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan terkena penyakit diabetes tipe 1, nyeri tulang dan otot, kanker payudara, prostat, ovarium, usus besar, dan kerongkongan.
Nah, waktu yang baik untuk mendapatkan manfaat vitamin D dari sinar matahari ialah sebelum pukul 11 siang. Untuk waktu terbaiknya adalah jam 9 pagi. Pasalnya, di Indonesia, intensitas sinar UVB tertinggi terjadi pada pukul 11 hingga pukul 1 siang.
Lama waktu berjemur setidaknya 25 menit saja. Dalam sepekan, kita juga hanya perlu melakukannya dua hingga tiga kali terpapar sinar matahari secara langsung. <Edithya Miranti>




















