Teheran, Gontornews — Iran telah mengakui bahwa militernya “secara tidak sengaja” menembak jatuh sebuah pesawat jet Ukraina, menewaskan semua 176 orang di dalamnya.
Pernyataan pada hari Sabtu (11/1) pagi itu menyebutkan telah terjadi “human error” (kesalahan manusia) sehingga insiden itu terjadi. Militer mengira itu Penerbangan 752 atau “target musuh”.
Press TV juga mengutip pernyataan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang mengatakan bahwa pesawat itu terbang dekat dengan “situs militer yang sensitif”.
Militer mengatakan pihaknya berada pada “tingkat kewaspadaan tertinggi” di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
“Dalam kondisi seperti itu, karena kesalahan manusia dan dengan cara yang tidak disengaja, penerbangan itu ditabrak,” kata militer. Mereka meminta maaf dan mengatakan akan meningkatkan sistemnya untuk mencegah tragedi berulang di masa depan.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial, Presiden Iran Hassan Rouhani menulis bahwa negara itu “sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan ini”.
“Pikiran dan doa saya ditujukan kepada semua keluarga yang sedang berkabung. Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus,” katanya, seraya menambahkan bahwa “penyelidikan terus dilakukan untuk mencari penyebab kesalahan tak termaafkan ini”. []






















