Baghdad, Gontornews — Empat anggota militer Irak terluka pada 12 Januari dalam serangan roket yang menargetkan pangkalan udara di utara Baghdad.
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, serangan oleh setidaknya enam roket itu terjadi hanya beberapa hari setelah Iran menembakkan rudal balistik di dua pangkalan di Irak yang menampung pasukan AS, yang tidak menimbulkan korban.
Tidak ada orang Amerika saat ini di pangkalan udara Balad dan tidak ada selama serangan itu, menurut juru bicara koalisi.
Pangkalan itu telah menjadi tuan rumah bagi pelatih, penasihat, dan perusahaan Amerika yang menyediakan layanan pemeliharaan untuk pesawat F-16, menurut seorang pejabat pertahanan Irak yang tidak mau disebutkan namanya.
Ketegangan yang meningkat baru-baru ini antara AS dan Iran dipicu oleh serangan roket yang menewaskan seorang kontraktor Amerika di sebuah pangkalan di Irak. AS telah menyalahkan serangan itu kepada milisi yang didukung Iran.
Menlu AS Mike Pompeo mengatakan dalam tweet pada 12 Januari bahwa ia “marah” dengan serangan itu.
“Marah dengan laporan serangan roket lain di pangkalan udara Irak,” katanya di tweet. “Saya berdoa semoga korban luka cepat pulih dan meminta pemerintah Irak untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini.”
“Ini pelanggaran terus-menerus terhadap kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok yang tidak loyal kepada pemerintah Irak dan ini harus diakhiri, ” tambahnya.
Serangan 12 Januari itu melukai seorang perwira angkatan udara Irak dan tiga orang tamtama, kata pejabat keamanan Irak.
Beberapa roket jatuh di sebuah restoran di dalam kompleks pangkalan udara, kata para pejabat.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Pangkalan itu terletak sekitar 80 kilometer di utara Baghdad.
Sebuah pernyataan dari kantor media resmi tentara Irak mengonfirmasi serangan itu tetapi mengatakan delapan roket menghantam pangkalan itu, dan dua perwira telah terluka. Ada perbedaan jumlah roket dan jumlah korban.
Serangan balasan Iran atas kematian Soleimani menghantam dua pangkalan Irak, Ain al-Asad dan Irbil, tempat pasukan Amerika berpangkalan. []






















