Depok, Gontornews — Irwan Rinaldi, pegiat Ayah untuk Semua, dalam Talkshow Parenting Gebyar Milad Nuri 27 Tahun, menuturkan bahwa mengasuh anak ibarat mata air. Karenanya jika ingin di hilirnya jernih, maka hulunya pun harus jernih.
Kepada Gontornews.com, lelaki yang akrab disapa Ayah Irwan itu, menjelaskan, “Artinya jika ingin anak kita shaleh, orangtuanya pun harus sholeh.” Jika ingin anak kita tangguh, orangtuanya pun harus ajarkan nilai-nilai ketangguhan, lewat keteladanan di dalam keluarga.
Sebab, tambahnya, anak tidak melihat apa yang dikatakan orangtua, namun apa yang dikerjakan oleh orangtuanya. Dan lagi-lagi, anak adalah cerminan dari orangtuanya.
Nah, untuk menjadikan anak tangguh dibutuhkan stimulan maskulin dan feminin yang biasa didapat dari orangtua. Dalam hal ini anak membutuhkan sosok kedua orangtua dan tidak boleh berat sebelah. Jika berat sebelah, akan munculah beragam masalah termasuk persoalan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) yang santer terdengar sejak dulu.
“Hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak laki-laki patokannya adalah keluarga Nabi Ibrahim AS. Sedangkan dalam mendidik anak perempuan, patokannya adalah keluarga Imron,” ucap Ayah Irwan, praktisi parenting.
Selain itu, orangtua pun harus selalu serius mendidik anak sejak kecil. Dan pola pengasuhan dalam mendidik anak yang paling hebat yakni ketika usia anak 15 tahun ke bawah.
Irwan melanjutkan, Sebaiknya saat usia anak mencapai 8-15 tahun, yang perlu dibangun adalah qowwam. Di masa tersebut, anak lelaki akan cepat merekam bagaimana cara si ayah menyelesaikan masalah.
Sebab itu, jika seorang anak datang ke bundanya dengan membawa aduan masalah, sebaiknya jangan terburu-buru menyelesaikan. “Dan panggilah si ayah untuk membantu memberi solusi atas permasalahan anak tersebut,” pungkasnya. <Edithya Miranti>


















