Jerusalem, Gontornews — Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terlibat keributan dengan seorang petugas keamanan Israel di sebuah gereja kuno di Jerusalem, Gereja St. Anne, Rabu (22/1). Gereja St Anne diketahui merupakan pemberian Kaisar Prancis, Napoleon III pada tahun 1856.
Macron pun tidak segan mengeluarkan pernyataan tegas untuk mengusir sang petugas keamanan karena dianggap memprovokasi kunjungannya di kompleks Masjid Al-Aqsa.
βPergi keluar. Maaf, anda tau aturannya. Tidak ada yang harus memprovokasi siapapun,β ujar Macron dengan nada tinggi ke petugas keamanan Israel, sebagaimana dilansir Reuters.
βSaya tidak suka dengan apa yang anda lakukan kepada saya,β tambah Macron.
Insiden yang terjadi pada Macron tersebut terjadi setelah ia dan sejumlah pengawal kepresiden terlibat aksi dorong mendorong dengan personel keamanan Israel di bawah gapura yang mengarah ke gereja kuno tersebut.
Belum ada komentar lebih lanjut terkait insiden provokasi yang dilakukan oleh pihak keamanan Israel maupun agen keamanan Shin Bet, yang bertugas menjaga keamanan pejabat asing.
Sementara, Diplomat Prancis mengatakana bahwa insiden tersebut meninggalkan sedikit ruang untuk kecelakaan Macron selama perjalanan.
Macron dijadwalkan menghadiri Forum Holocaust Dunia pada Kamis (23/1) di Holocaust Yad Vashem di Jerusalem.
Kunjungan Macron ke Gereja St Anne tidak lain sebagai langkah simbolik terhadap pengaruh historis Paris di wilayah tersebut.
Dari Gereja St Anne, Macron lantas mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem. [Mohamad Deny Irawan]





















