Ramallah, Gontornews — Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menolak permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membicarakan kesepakatan damai bertajuk “Deal of The Century” bersama dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, Senin (27/1).
Penolakan ini dilakukan karena pembahasan damai antara Palestina-Israel dinilai merugikan Palestina. Melalui kesepakatan itu pula, Amerika Serikat akan memberikan kedaulatan penuh kepada seluruh pemukiman Israel di Tepi Barat yang dinilai legal menurut hukum internasional.
Tidak hanya itu, Anadolu melansir bahwa, pembicaraan damai tersebut juga tidak membahas masalah-masalah seputar Yerusalem, pengungsi dan perbatasan antara Israel dan Palestina.
Jika kesepakatan tersebut terjalin, Israel akan mendapatkan sebagian besar wilayah Tepi Barat yang saat ini berada di wilayah Palestina. Puncaknya, Yerusalem akan diklaim sebagai ibukota Israel di masa mendatang.
Palestina diprediksi tidak akan menerima rencana tersebut terkhusus yang terkait dengan perlucutan senjata Hamas serta pengakuan Palestina terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. [Mohamad Deny Irawan]





















