Bandung, Gontornews — Para orangtua kerap membanggakan kelebihan anaknya di depan orang lain. Namun, orangtua yang memiliki banyak anak semasa hidup, bisa jadi akan kecewa dengan anaknya ketika di akhirat kelak. Mereka bahkan bisa menjadi orangtua mandul saat berada di alam baka nanti.
Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat, “’Tahukah engkau siapakah yang mandul?’ Para sahabat menjawab, ‘Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak’. Lalu Rasulullah bersabda, ‘Orang yang mandul ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia.’” (HR Ahmad)
Hadis di atas menegaskan pentingnya menanamkan fondasi keimanan sejak kecil. Penanaman aqidah Islamiyah yang benar tentu akan menjadikan anak tumbuh menjadi pribadi Muslim yang shalih. Sehingga doa-doa yang ditujukan kepada orangtua yang sudah tiada kelak, dapat tersampaikan. Dengan begitu, orangtua terhindar dari bahaya orangtua mandul seperti diumpamakan Rasulullah SAW tadi.
“Aqidah adalah nyawa kehidupan seorang Muslim. Tanpa aqidah yang benar, ia bukanlah Muslim,” terang Eka Wardhana, penulis ratusan buku anak. Jadi setuju kan, kalau aqidah itu sangat penting? “Bila doa anak kita tidak diterima, jadilah kita orang yang mandul,” tuturnya kepada Gontornews.com.
Ayah dan Bunda, mengingat bahaya orangtua mandul dan pentingnya penanaman aqidah di atas, sungguh mengherankan masih banyak orangtua yang abai menanamkannya pada anak sejak dini. Banyak yang enggan mengajak mendirikan shalat dengan disiplin di balik alasan klise, “Nanti sudah gede juga dia shalat sendiri.”
Bila aqidah anak kurang kuat, ia tidak akan menjadi anak yang shalih. Anak yang tidak shalih tidak akan diterima doanya meski ditujukan buat orangtuanya. Sehingga orangtua lagi-lagi bagaikan orangtua mandul di akhirat nanti. [Edithya Miranti]




















