Ankara, Gontornews, Pasca penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrei Karlov, Munggu (18/12) di Ankara, Presiden Turki Recep Tayep Erdogan segera menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin melalui ponsel pribadinya. Atas nama Rakyat Turki, Erdogan menyampaikan duka yang mendalam kepada Putin.
Kepada kantor berita Turki, Anadolu, Erdogan mengatakan, peristiwa naas tersebut adalah upaya merusak normalisasi hubungan diplomatik Turki dan Rusia yang sempat meradang beberapa waktu lalu.
Ia dan Putin sepakat memandang penembakan oleh Warga Turki, Mevlut Mert Aydintas (22) adalah upaya provokator yang sangat nyata. “Kami berdua tahu bahwa kejadian ini merupakan upaya untuk merusak hubungan Turki dan Rusia, tapi ketahuilah bahwa kami mampu menghadapinya,” jelas Erdogan.
Pasca penembakan tersebut, ia bersama Putin bertekad akan lebih fokus dalam menangani ancaman teroris global. Saat ini, Turki dan Rusia juga sudah membentuk komite bersama untuk menyelidiki peristiwa yang menggemparkan dunia internasional tersebut.
“Kantor Kedutaan Rusia di Angkara sudah dijaga dengan keamanan yang lebih ketat dari sebelumnya,” ungkap Erdogan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, oknum polisi Turki menembak mati Dubes Rusia untuk Turki di Angkara saat akan menyampaikan pidato Minggu lalu. Penyelidikan masih terus dilakukan oleh Pemerintah Turki terhadap tersangka penembakan.[Devi Lusiana]


















