Beijing, Gontornews — Korban Coronavirus terus bertambah. Senin (10/2) malam, Otoritas Cina sudah mengkonfirmasi ada 42.700 kasus dan 1.013 korban coronavirus meninggal.
Komisi Kesehatan Cina menjelaskan sebagian besar kasus dan korban terjadi di Cina. Jumlah kasus di dalam negeri Cina mencapai 42.300 dan kematian 1.011 orang. Artinya kasus di luar, lebih dari 20 negara, sekitar 400 kasus dan dua kematian
Dari Hongkong diberitakan, munculnya kasus di dua pemukiman Tsing Yi. Warga pemukiman terpaksa dievakuasi ke sebuah gedung untuk mencegah penularan ke warga lain.
Wabah coronavirus telah menggerogoti perekonomian Cina sekitar 1,2-2% dari PDB Cina tahun lalu. Dilaporkan lebih dari 1.000 pusat bisnis lumpuh. Konsumsi eneegi juga beekuran 2-3 jutan per hari.
Beberapa oengamat memperingatkan kekhawatiran muncul pandemi coronavirus mengingat seyiap tahun ada 3-5,7 juta turis Cina bepergian ke banyak negara.
Kekhawatiran itu bertambah setelah
WHO mengkonfirmasi adanya kasus penularan corona dari manusia ke masunia di Perancis dan Inggris. Kasus terjadi padahal mereka tidak bepergian ke Cina.
Infeksi oronavirus termasuk berisiko tinggi . 80% pengidap mengalami deman tinggi, 15% berujung pnemonia akut, 3-5% diantaranya harus mendapat perawatan intensif di ruang ICU.
Sementara itu kondisi darurat coronavirus belum juga dicabut. Sebelumnya, otoritas Cina permah menyebut batas darurat pada 10 Februari. Kasus demi kasus yang masih tinggi membuat Cina urung menyatakan kondisi normal. [DJ]





















