Berlin, Gontornews — Pemerintah melansir jumlah kasus baru virus korona di Jerman, Kamis (5/3), mencapai 109 orang. Dengan demikian, jumlah warga Jerman yang terinfeksi virus COVID-19 itu mencapai 349 kasus.
Reuters melansir wilayah Barat North Rhine-Wesphalia menjadi wilayah terdampak virus korona paling buruk dengan 175 kasus. Virus ini juga telah menyebar ke-15 dari 16 negara bagian Jerman.
Menteri Kesehatan Jerman, Jens Sphan, menyampaikan virus korona telah menjadi wabah dunia dan belum mencapai puncaknya di Jerman. Karenanya, Sphan pun memastikan pihaknya akan segera mengeluarkan kebijakan untuk memperlambat dan menahan penyebaran virus.
“Kesehatan masyarakat lebih diutamakan daripada kepentingan ekonomi,” kata Sphan sebagaimana dilansir Deutsche Welle.
“Tidak ada yang bisa mengatakan dengan serius kapan puncak virus ini akan terjadi. Tetapi, penting bagi kami untuk meyakini bahwa hal itu akan datang dan kami siap untuk menghadapinya,” tambah Sphan.
Sphan juga menghimbau agar seluruh warga tetap menghadapi virus korona dengan kepala dingin dan tidak panik. “Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk tetap berkepala dingin dan saling percaya sekalipun berada di bawah tekanan,” jelasnya.
Pemerintah Jerman telah menginstruksikan penutupan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan taman kanak-kanak sesuai dengan situasi dan kondisi.
“Hari-hari dan pekan-pekan setelahnya akan menjadi tantangan. Akan ada sejumlah pembatasan pada kehidupan sehari-hari di daerah terkena dampak dan itu berpotensi menyebabkan tekanan,” ujar Sphan.
Sebelumnya, Pemerintah Jerman telah melarang ekspor peralatan medis dan memberlakukan aturan travel warning serta memperingatkan risiko karantina tinggi bagi perjalanan kapal pesiar.
Otoritas Jerman sebetulnya relatif berhasil menahan wabah virus ini di Bavaria pada Januari lalu. Namun, pemerintah Jerman mengakui bahwa virus ini sulit dikendalikan setelah sejumlah kasus terkonfirmasi di North Rhine-Wesphalia dan Baden-Wurttemberg.
Secara global, lebih dari 93.000 kasus virus korona terkonfirmasi di 75 negara. Virus ini juga menyebabkan lebih dari 3.000 kematian. [Mohamad Deny Irawan]






















