Jakarta, Gontornews — KH Abdullah Gymnastiar berharap aksi damai 411 jadi pembelajaran semua pihak. Termasuk Presiden Jokowi.
Kalau boleh berharap, saya mohon Presiden Jokowi mau sedikit berendah hati. Cobalah minta maaf bahwa saya agak terlambat merespon. “Kita ini satu keluarga, bersaudara. Janganlah berpikir menang-menangan.”
Yang diminta umat Islam tidak banyak. Hanya minta keadilan. “Janganlah karena satu orang, persatuan dan kebhinekaan di negara ini rusak.”
Ada yang bertanya, mengapa Aa Gym ikut-ikutan demo. “Saya juga bertanya. Ternyata ada rasa di hati yang terusik. Saya yakin rasa itu juga yang mendorong jutaan orang bergerak.”
Demo itu indah dan menakjubkan. Melihat ummat sebanyak itu, saling berbahi dan menjaga. Sampai rumput pun dijaga agar tidak diinjak. Di katedral ada yang nikahan. Dia senang dibantu, diberi jalan oleh lautan Muslim.
Siapa atau partai mana yang bisa menggerakkan sekian juta orang datang dari jauh ke Jakarta? Itu kekuatan yang digerakkan oleh hati-hati yang terluka katena agama, kitab suci dan ulamanya dinistakan.
Coba tanya ke hati masing-masing. Berapa lama lagi usia kita. Berapa lama sih kita menjabat? Alangkah indahnya bila kita saling memahami dan memaafkan. Polisi dan ulama juga ayo kita saling bermaafan.
Kasus ini tidak sederhana. Ada masalah serius. “Tapi kok rada telat diselesaikan.”
Lihatlah, demo yang indah itu sebagai aset, bukan sebagai musuh. Kita semua bersaudara.
“Demi Allah saya tidak rela jika bangsa ini pecah gara-gara satu orang!” Aa Gym mengajak semua pihak instrospeksi dengan semangat bersaudara, solusi dan sukses bersama. [Dedi Junaedi]




















