Medan, Gontornews — Sumatera Utara gelar pekan Peduli Lombok sejak 3 September lalu bertempat di Center Piece Merdeka Walk Medan. Selama empat hari berlangsung, Pekan Peduli Lombok bahkan sempat menjadi viral di masyarakat kota Medan.
Hingga puncaknya, di acara penutupan Pekan Peduli Lombok, ikut diluncurkan satu tagar #SumateraUtaraBersamaLombok. Peluncuran tagar ini dihadiri oleh ratusan undangan, dari relawan maupun mitra ACT Sumut.
Pekan Peduli Lombok diharapkan menularkan kepedulian, dengan konsep hiburan jalanan musik kaki lima rasa bintang lima, hal ini menjadi daya tarik bagi pengguna jalan yang melintas bahkan pengunjung pusat kuliner Merdeka Walk Medan.
Seluruh gelaran acara hasil dari kolaborasi ACT Sumut bersama Asperapi Sumut, P3I Sumut, Kwarcab Medan, Pemko Medan dan Pemprov Sumatera Utara.
Menutup Pekan Peduli Lombok dan peluncuran tagar #SumateraUtaraBersamaLombok secara resmi dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara yang baru saja dilantik, H Edy Rahmayadi. Selain itu juga dihadiri oleh Kepala BPBD Sumut.
Undangan peluncuran tagar ini pun dihadiri oleh Ka.Kwarcab Medan, Ketua Asperapi Sumut, Ketua P3I Sumut, Pengurus Bazaar Orang Medan, Pengurus dan Anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Komunitas Relawan, Himpunan Mahasiswa se Kota Medan, Alumni Finalis & Jaka Dara Kota Medan, Remaja Masjid, Anggota Pramuka, Pelajar dari beberapa SMA di Kota Medan, Mitra-mitra ACT Sumut dan masyarakat kota Medan yang peduli dengan bencana di Lombok.
Edy Rahmayadi menyatakan keheranannya, “Mengapa acara yang sehebat ini, dan mengatasnamakan Pemprov Sumut, saya tidak diberitahu? gini-gini saya Ketuanya di Sumatera Utara,” jelasnya berkelakar. Tentu saja kelakar itu lantas mengundang tawa para hadirin di Pekan Peduli Lombok.
Edy mengharapkan seluruh komponen masyarakat di Sumatera Utara mendukung penuh kegiatan ini. Ia juga mengharapkan pihak-pihak pengambil kebijakan di pemprov mendukung dan memberikan sumbangsih dalam program #SumateraUtaraBersamaLombok.
“Jika ada yang tidak berkenan dan tidak memberikan sumbangsih, laporkan ke saya,” tegasnya.
Selepas itu, Edy Rahmayadi meresmikan secara simbolis #SumateraUtaraBersamaLombok. Sebagai pelengkap, Edy juga menginisiasi peluncuran “Lombok 7 Skala Richter” buku kumpulan puisi karya sastrawan kenamaan Kota Medan Afrion.
Ronio Romantika, selaku Kepala Cabang ACT Sumut mengatakan bahwa, seluruh cabang ACT di Indonesia sedang bergerak. Mengajak seluruh pihak berkolaborasi dalam masa pemulihan Lombok saat ini.
“ACT menyadari sepenuhnya untuk memperbaiki Lombok tidak mudah dan tidak gampang, butuh waktu dan proses, untuk itulah ACT membutuhkan dukungan masyarakat Sumatera Utara pada khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya,” ungkapnya.
Usai seremoni penutupan malam puncak Pekan Peduli Lombok, aksi penggalangan dana di pinggir jalan tetap digelar. Bahkan aksi kali ini berlangsung lebih ramai, melibatkan ratusan tamu undangan, lengkap dengan berbagai hiburan menarik.
“Ada pertunjukan Martial Art dari adik-adik Kids Taekwondo Medan, serta penampilan dari para artis lokal kota Medan yang tergabung dalam Ikatan Pelaku Seni Medan (IPSM). Yang tak ketinggalan penampilan memukau Afrion, pembacaan puisi karya-karyanya tentang duka di Lombok,” tutur Ronio, seperti dikutip dari laman act.id.
Satu hal lagi yang menarik, dalam beberapa hari penyelenggaraan Pekan Peduli Lombok, beberapa turis mancanegara, dari India, Australia dan Hongkong tak sungkan ikut menari di tengah Jalan Balai Kota Medan. Semua ikut bergerak untuk membantu Lombok.
Ronio mengungkapkan, rencana selanjutnya telah disusun oleh ACT Sumatera Utara untuk meluaskan kembali kepedulian tagar Sumut Bersama Lombok.
“Kami akan melakukan kolaborasi bersama BPBD, Pemprov Sumut, dan pusat-pusat perbelanjaan yang dikelola oleh Lippo Mall Group di antaranya Plaza Medan Fair, Sun Plaza dan Binjai SuperMall. Semoga ini akan menjadi wujud dalam percepatan pemulihan Gempa Lombok. [Al Hafidh]


















