Kabul, Gontornews — Kementerian Informasi dan Kebudayaan Afghanistan, Rabu (6/10/2021), mengonfirmasi pembicaraan diplomatik dengan Tajikistan. Afghanistan berharap pembicaraan antara kedua negara dapat menyelesaikan konflik yang terjadi antara Kabul dengan Tajikistan.
Anggota komisi kebudayaan Kementerian, Rohullah Omari, menyebut Tajikistan sebagai negara tetangga sekaligus teman yang baik. โKementerian Luar Negeri berhubungan dengan semua negara dan bekerja untuk memfasilitasi hubungan baik,โ ungkap Rohullah Omari kepada Daily Times.
Omari menambahkan bahwa kedua negara akan mengadakan serangkaian pertemuan demi menyelesaikan permasalahan antara kedua negara. Sebagai contoh, Kabul tidak pernah mengizinkan siapa pun menggunakan tanah Afghanistan untuk melawan negara lain.
Di sisi lain, Afghanistan tidak mengizinkan pengungsi Tajikistan untuk bepergian melintasi perbatasan. Akibatnya, banyak orang yang terjebak mengatakan mereka telah menghabiskan beberapa hari mencoba untuk melewati perbatasan.
โPara pengungsi datang dari Badakhstan ke Takhar. Dari sini, mereka ingin pergi ke pelabuhan Shirkhan tapi juga ditutup,โ ungkap Fawan, salah seorang pengungsi.
Selain pembicaraan kedua negara, Pakistan meminta negara tetangganya itu dapat membantu kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, juga berharap Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, dapat memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara.
Kantor perdana menteri Pakistan melaporkan kedua negara bertukar pandangan tentang tindak lanjut pembicaraan yang diadakan di Dushanbe bulan lalu. Kedua pemimpin juga menyatakan kepuasannya dengan tingkat kerjasama bilateral yang ada dan berjanji untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Pada kesempatan tersebut, PM Imran Khan juga menyoroti kebutuhan mendesak yaitu membantu masyarakat Afghanistan yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Ia bahkan tidak segan meminta masyarakat internasional untuk membantu Afghanistan menyelesaikan krisis kemanusiaan yang sedan terjadi.
PM Imran Khan juga telah menunjukkan pentingnya keterlibatan ekonomi dengan Afghanistan untuk mencegah kejatuhan ekonomi serta terus berupaya untuk menyelesaikan penederitaan masyarakat. [Mohamad Deny Irawan]






















