Dakar, Gontornews — Pemerintah Senegal, Kamis (7/1/2021), berusaha untuk memperoleh vaksin Covid-19 melalui skema COVAX Global yang digagas oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menteri Kesehatan Senegal, Abdoulaye Diouf Darr, yang mengonfirmasi hal tersebut kepada wartawan.
Berbeda dengan Eropa, Amerika Serikat dan Cina yang mampu mengamankan pasokan vaksin dalam skala besar, sejumlah negara Afrika tidak dapat mengamankan pasokan vaksin. Karenanya, banyak negara-negara berpenghasilan rendah menggantungkan pasokan vaksin Covid-19 melalui skema COVAX.
Sejauh ini, yang dilansir Reuters, aliansi COVAX berhasil mengamankan pasokan vaksin Covid-19 sekitar 2 miliar dosis. Rencananya, WHO akan mendistribusikan sekitar 1,3 miliar dosis vaksin kepada 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Aliansi COVAX merupakan aliansi yang dipimpin langsung oleh WHO, aliansi vaksin GAVI, serta koalisi untuk inovasi kesiapsiagaan epidemi, CEPI.
Sarr menjelaskan bahwa Senegal berencana untuk membeli vaksin secara mandiri. Meski recana pembelian vaksin masih sebatas pengajuan kepada presiden dan belum terdapat realisasi.
Ia meminta pemerintah untuk melakukan seleksi pemilihan dalam inisiatif COVAX yang baru siap setelah kuartal pertama berakhir. Ia pun meminta pemerintah untuk membeli vaksin sesuai dengan vaksin yang dipasok COVAX. [Mohamad Deny Irawan]



















