Aleppo, Gontornews — Ahrar al-Sham, kelompok pemberontak utama di Suriah bagian utara, mengutuk serangan yang ditujukan kepada konvoi para pengungsi dari Aleppo.
βItu serangan pengecut,” tandasnya sebagaimana dikutip Aljazeera, Senin (17/4).
Kelompok itu mengatakan, banyak anggotanya tewas dalam ledakan hari Sabtu (15/4) itu.
Kelompok itu mengatakan bersedia bekerjasama dengan penyelidik internasional untuk menentukan penyebab ledakan.
Serangan itu terjadi saat ribuan pengungsi meninggalkan kota Foua dan Kefraya yang terkepung pasukan pemerintah.
Mereka akan menuju tempat pengungsian di provinsi pesisir Latakia, atau ibukota Suriah, Damaskus.
Lebih dari 5.000 orang hidup selama lebih dari dua tahun di kota-kota yang terkepung.
Jumat (14/4), mereka dievakuasi meninggalkan dua kota itu, bersama dengan 2.200 orang lainnya yang dievakuasi dari Madaya dan Zabadani yang dikuasai pemberontak.
Ribuan pengungsi dari Foua dan Kefraya terjebak di jalan di Rasyidin ketika ledakan itu terjadi.[Rusdiono Mukri]





















