Aleppo, Gontornews — Sebuah ledakan besar telah menewaskan sedikitnya 126 orang pengungsi, termasuk 68 anak-anak.
Ledakan terjadi di dekat bus yang membawa pengungsi Suriah yang dievakuasi dari dua kota yang dikepung pemerintah.
Ledakan pada hari Sabtu (16/4) di Rasyidin, sebelah barat dari Aleppo, menargetkan warga yang dievakuasi dari kota-kota terkepung yang dikuasai pemberontak, Foua dan Kefraya, di Provinsi Idlib.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di London pada hari Ahad (16/4) mengatakan, sedikitnya 126 orang tewas dalam ledakan tersebut, meningkat dari jumlah korban tewas sebelumnya 112.
The Syrian Civil Defence, kelompok penyelamatan relawan yang beroperasi di bagian yang dikuasai pemberontak, mengatakan setidaknya 100 orang tewas, sementara laporan di televisi pemerintah Suriah menyebutkan korban tewas 39 orang.
Sejauh ini belum ada konfirmasi penyebab ledakan. Namun, media pemerintah mengatakan ledakan berasal dari mobil van yang membawa pasokan bantuan.
Sementara SOHR mengatakan, ledakan berasal dari “mobil bantuan melahirkan” yang dimodifikasi menjadi alat peledak. [Rusdiono Mukri]





















