Jakarta, Gontornews — Mencermati fenomena pelaksanaan ibadah umrah di negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, PT AIDA Tourindo Wisata (penyelenggara haji dan umrah) dan PT Renara Wisata Prima memperkenalkan konsep “FAST Baitullah” yang mengaplikasikan FAST Personality for Success, di Bekasi, Ahad (3/2).
Direktur Eksekutif AIDA Tourindo yang juga Direktur Utama Renata Wisata Prima Ridwan Mukri mengatakan bahwa tujuan dari konsep Umrah FAST adalah membangun akhlak jamaah yang akan berangkat umrah berdasarkan empat sifat Rasul dan Asmaul Husna.
Rasulullah itu sukses, tambah Ridwan, karena Rasulullah punya empat sifat. Fathanah (cerdas), Amanah (tepercaya), Shiddiq (benar perkataan dan perbuatannya), dan Tabligh (punya kemampuan komunikasi yang luar biasa).
“Di Madinah kita punya kesempatan mengajak para jamaah untuk belajar akhlak dari empat sifat Rasulullah tersebut. Karena yang selama ini terjadi, mereka datang ke Madinah, shalat di Masjid Nabawi, kagum dengan tingginya menara Nabawi, tapi lupa dengan tingginya akhlak Rasulullah,” terang penulis buku Best Seller FAST Personality for Succes itu.
Dengan FAST ini, lanjutnya, saat di Madinah jamaah akan diajak pada sebuah journey, membayangkan sejarah Nabi Muhammad membangun peradaban. Bagaimana Nabi Muhammad membangun akhlak. Bagaimana perjuangan dan pengorbanan baginda Rasul. Keihklasan mencintai umatnya. Sehingga di Madinah, jelasnya, jamaah bukan hanya mendapat pahala shalat di Masjid Nabawi saja, yang memang pahalanya setara dengan 1000 kali shalat di masjid di Indonesia, namun mereka juga mengenal Rasulullah dan para sahabat. Yaitu dengan konsep FAST.
“Jadi konsep FAST ini untuk membangun peradaban, konsep membangun akhlak. Tidak mungkin seseorang bisa sukses, sebuah perusahaan bisa sukses, bahkan sebuah bangsa bisa sukses tanpa Fathanah, Amanah, Shiddiq, dan Tabligh,” katanya.
Kaitannya dengan umrah adalah, jika konsep FAST diterapkan dalam sebuah Learning, itu hanya dua hari. Sedangkan ada sekitar sembilan hari termasuk waktu perjalanan dalam ibadah umrah. Artinya, umrah itu sendiri sebuah perjalanan Learning yang bisa dioptimalkan lebih baik. “Ini yang tidak disadari semua orang, yaitu perjalanan Learning, ya lebih bermakna ibadahnya,” terangnya. [Fathurroji]
























