15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 6 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Air Berlimpah: Migrasi ke Mars Kian Prospektif

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
2 March 2019
in Sains
0
Air Berlimpah  Migrasi ke Mars Kian Prospektif

Hasil riset terbaru NASA menemukan air berlimpah di Mars. Dia juga mudah diakses dengan teknologi. Jalan membuat pemukiman pun terbuka di sana. Migrasi ke Mars kian prospektif. Mars akan menjadi hunian alternatif masa depan?

Lembaga Antariksa Nasional AS (NASA)  dan beberapa perusahaan swasta seperti  SpaceXare dan Mars One –i sibuk merencanakan misi pemukiman di Mars. Namun begitu, mereka  masih gamang dengan  gagasan samar tentang bagaimana mereka dpat  menemukan persediaan air.

Kini, dengan menggunakan Mars Reconnaissance Orbiter (MRO), para periset menemukan H20 yang melimpah dan mudah diakses. Sebuah survei menemukan tidak kurang dari delapan lokasi di mana erosi tebing telah terkena endapan tebal es hampir murni yang terletak tiga sampai enam kaki di bawah batu dan debu Mars. Temuan tersebut berarti bahwa misi masa depan, baik yang berawak maupun robot, mungkin memiliki waktu lebih mudah dari yang diperkirakan untuk menggali air minum dan membuat bahan bakar roket.

Seperti dilaporkan  jurnal Science (paywall), air tersebut ditemukan di utara dan selatan Mars, di garis lintang yang setara dengan Amerika Selatan dan Skotlandia. Daerah yang terpapar ditemukan di lereng curam dengan kemiringan 55 derajat. Berdasarkan tidak adanya kawah di sana, para ilmuwan meyakini bahwa fitur tersebut relative baru terbentuk.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

“Penemuan yang dilaporkan belum lama ini memberi kita jendela mengejutkan dimana kita bisa melihat langsung lapisan es bawah tanah yang tebal ini,” ungkap  peneliti  Shane Byrne dari Universitas Arizona.. “Ini seperti memiliki salah satu peternakan lepas di mana Anda bisa melihat melalui kaca  samping untuk mengetahui apa yang biasanya tersembunyi di bawah tanah,” tambahnya kepada NASA.

Para periset menemukan situs curam dengan mengukur warna menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) di MRO, dan memastikan kemurniannya menggunakan CRISM (Compact Reconnaissance Imaging spectrometer for Mars). Pengorbit tersebut sebelumnya telah menemukan lembaran es yang luas di lokasi lain di Mars dengan menggunakan kamera radar dangkalnya, namun tidak mungkin untuk mengatakan seberapa dalamnya. Sekarang, para ilmuwan tahu bahwa ini cukup dekat untuk diakses dengan relatif mudah.

Paparan es tekspos dalam citra biru yang berhasil diambil tim NASA dan  dan JPL-Caltech, University of Arizona. Studi lain sebelumnya membuat ilmuwan khawatir bahwa tanah Mars tidak mengandung banyak air. Mereka telah menengarai ada, tapi itu mungkin tidak sebanyak dan  berlimpah seperti temuan lembah  es tepat di bawah permukaan.

Setidaknya ada delapan lokasi permukaan Mars tersedia banyak limpahan air. Bahkan ada daerah di mana air es langsung terpapar. “Astronot pada dasarnya bisa pergi ke sana. Dengan ember dan sekop, mereka bisa mendapatkan semua air yang mereka butuhkan,” jelas Byrne.

Selain aspek praktis pengambilan air, temuan itu juga memiliki nilai ilmiah yang penting. “Ada lapisan tanah yang dangkal di bawah sekitar sepertiga permukaan Mars. Ini layak dicatat dalam sejarah eksplorasi Mars,” kata Colin Dundas, peneliti  utama dalam  studi tersebut. “Apa yang telah kita lihat di sini adalah penampang melintang melalui es yang memberi kita pandangan 3D dengan lebih detail daripada sebelumnya,” tegasnya.

iklim Mars sangat bervariasi karena, tidak seperti Bumi, kemiringannya lebih sering banyak berubah. Periset melihat variasi warna es pada benda bekas individu menunjukkan bahwa ia terbentuk secara berbeda pada waktu yang berbeda, tergantung pada kemiringannya. “Jika Anda memiliki misi di salah satu situs ini, sampling lapisan yang menuruni curam, Anda bisa mendapatkan sejarah rinci iklim Mars,” kata ilmuwan proyek MRO Leslie Tamppari.

Temuan NASA awal tahun 2018 ini adalah salah satu sumber air Mars yang paling menggairahkan sampai saat ini, namun ini bukan bukti pasti bahwa blok es besar ada di bawah permukaan Mars. Selain itu, para periset tidak tahu apakah airnya mengandung garam dalam jumlah tinggi atau, lebih buruk lagi, mengandung perkhlorat yang  beracun. Untuk memastikanya, para ahli mengajukan ide  untuk mengirim misi robot ke sana untuk mengakses es secara langsung dan memberi tahu kami semua yang perlu diketahui, jelas Tamppari.

Tanda Kehidupan

Planet Mars telah lama menarik minat para ilmuwan dan non-ilmuwan sebagai tempat yang memungkinkan untuk mencari bukti kehidupan di luar Bumi. Ini karena permukaannya memiliki banyak fitur yang familiar seperti saluran sungai kering dan jejak hamparan danau kering yang mengisyaratkan lebih hangat, lebih basah, mirip iklim Bumi di masa lalu.

Dr Joseph Michalski dari Department of Earth Sciences & Laboratory for Space Research di The University of Hong Kong (HKU) dan rekan-rekannya telah menerbitkan makalah baru-baru ini sehingga menimbulkan keraguan pada gagasan tentang kehidupan di permukaan bumi yang berkembang di Mars. Perubahan paradigma ini baru-baru ini dipublikasikan di Nature Geoscience (Desember 2017) dan Nature Astronomy (Februari 2018).

Selama 2,5 miliar tahun terakhir, menurut Michalski, kehidupan di Bumi telah berkembang pesat karena evolusi fotosintesis. Permukaan kehidupan melimpah dan sangat berhasil karena tersedianya sinar matahari, air permukaan, kondisi iklim sedang, dan adanya perlindungan medan magnet kita.

Tapi, menurut  Michalski dan rekannya, planet Mars tidak akan pernah mengalami kondisi layak huni di permukaan. Dalam publikasi Nature Astronomy  dia menunjukkan bahwa iklim Mars mungkin telah sangat dingin dan kering hampir sepanjang waktu. Mereka berpendapat bahwa fitur air yang familier di Mars mencakup cakrawala tanah yang lapang dan lapuk, dapat terbentuk dalam tempaan iklim pendek geologis. Dengan kata lain, Mars dingin dan kering sepanjang sejarahnya dan hanya memiliki air cair melimpah di permukaannya selama masa singkat episode perubahan iklimnya.

Namun, semua harapan untuk hidup di Mars tidak hilang. Michalski menegaskan bahwa prospek kehidupan di bawah permukaan Mars cukup menjanjikan. “Ini adalah waktu yang sangat mengasyikkan dalam eksplorasi Mars,” ungkap Michalski. “Kami semakin dekat untuk bisa mendeteksi bukti kehidupan purba di Mars, atau, mungkin yang lebih penting lagi, blok bangunan kimia tempat kehidupan terbentuk,” tegasnya.

Dia bersama tim HKU terus mengkaji bagaimana kehidupan mungkin berevolusi. Tak hanya di Bumi, tapi juga pada badan terestrial lainnya, termasuk di Mars. Dia percaya ada ada  “zona layak huni” terutama di wilayah, dimana air cukup tersedia. Penemuan adanya bakteri langka di tambang emas di Afrika Selatan pada  satu dekade telah menjadi sumber inspirasi yang amat berharga baginya, ” kata Profesor Quentin Parker, Direktur Laboratorium untuk Penelitian Luar Angkasa dan Dekan Fakultas Sains , Universitas Hong Kong.

Mars One

Enam tahun lalu, Mars One merilis sebuah megaproyek membangun hunian permanen di luar Bumi.  Awalnya, lembaga ini memasang target migrasi pertama antarplanet itu pada 2023. ‘’Karena pertimbangan teknis, rencana itu mundur empat tahun,’’ kata  Bas Lansdorp, CEO lembaga riset nirlaba yang bermarkas di Belanda itu.

Kelak, pemukiman di Mars  membawa lompatan teknologi bagi umat manusia. Telah lama digadang-gadang, planet ini akan menjadi markas baru riset  alam semesta. Megaproyek ini akan menyingkap sejarah tatasurya, asal usul kehidupan, dan habitat alternatif manusia di alam semesta. Seperti pendaratan Apollo di Bulan, misi manusia ke Mars akan menginspirasi generasi masa depan bahwa segala sesuatu dapat dicapai dengan ketekunan dan kerjasama.

‘’Mars One percaya, pemukiman manusia di Mars akan menjadi acara iptek paling berpengaruh abad ke-21,’’ tambah Lansdorp. Dalam 100 tahun, pemukiman permanen diharaplan terwujud. Untuk diketahui, manusia telah menetap dan mengeksplorasi Bumi dalam 50.000 tahun terakhir. Mars adalah tempat logis berikutnya untuk memulai peradaban baru. ‘’Kepastian adanya sumber air menjadi kabar baik yang membangun semangat dan optimisme baru,’’ ungkap Natasha Schon, Mars One Communication, kepada Sains Indonesia.

Menjelang akhir September 2016, Lembaga Antariksa AS (NASA) mengkonfirmasi adanya  air di Mars. “Kami menemukan bekas lintasan air selebar lima meter sepanjang 100 meter pada salah satu lembah Planet Merah itu,’’ ungkap Lujendra Ojha  dari  Georgia Institute of Technology (Georgia Tech) di Atlanta.

Berdasarkan analisis terhadap gambar yang dikirim spektrometer  Mars Reconnaissance Orbiter  (MRO), menurut Nature Geoscience (28/9), Tim Georgia Tech memastikan adanya mineral hidrat pada lereng lembah Mars.  Jejak air bergaram muncul di beberapa lokasi bersuhu -10 oF atau setara -23 oC. ‘’Bayangan air hilang ketika suhu permukaan Mars  lebih dingin,’’ jelas Ojha.

Memang, Ojha dan timnya  bukan  yang  pertama menyebut adanya air di Mars. Meski begitu, merekalah yang berani memastikan identitas mineral hidrat di planet ketiga dalam sistem tatasurya itu.  Mereka juga menemukan campuran senyawa perkhlorat seperti  magnesium perkhlorat, magnesium khlorate dan natrium perkhlorat. Beberapa senyawa perkhlorat tampak tetap mencair bahkan ketika suhu lingkungannya mendingin hingga -70 oC.

Adanya air di Mars memunculkan dugaan adanya tanda kehidupan di sana. “Ada dugaan mikroba tertentu mungkin pernah hidup di sana,’’ tambah John Grunsfeld, astronaut  NASA di Washington.  Dia percaya, air menjadi tanda awal yang baik bahwa planet ini mungkin bisa menjadi  hunian alternatif bagi manusia di masa depan.

Dedi Junaedi

Tags: MarsMigrasi
Share48Tweet25Send
Previous Post

Sajian Alam Bumi Reog yang Mempesona

Next Post

Mengenal Struktur DNA

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Tiga Perempuan Tangguh Alumni Gontor Putri di Tengah Hiruk Pikuk FORBIS EXPO 2024

Tiga Perempuan Tangguh Alumni Gontor Putri di Tengah Hiruk Pikuk FORBIS EXPO 2024

2 August 2024
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

5 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result