Ponorogo, Gontornews — Ponorogo di kenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog, tidak hanya keseniannya saja yang terkenal di Ponorogo. Ternyata Ponorogo juga memiliki banyak tempat wisata menarik.
Ponorogo
terletak di sebelah barat dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung
dengan provinsi Jawa Tengah atau lebih tepatnya 220 km arah barat daya dari ibu
kota provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Ponorogo mempunyai tempat wisata dengan pemandangan indahnya, jika ingin
berlibur ke Ponorogo, akan disuguhi berbagai keindahan alam yang menakjubkan.
Terlebih jika berkunjung bersama sanak saudara atau keluarga dijamin lebih
menyenangkan.
1. Telaga Ngebel
Telaga dengan luas keliling sekitar 5 kilometer itu terletak sekitar 30 kilometer sebelah timur laut Kota Ponorogo. Selain dari Ponorogo, Telaga Ngebel yang berada di kaki Gunung wilis itu juga bisa ditempuh dari Kabupaten Madiun, yakni dari Kecamatan Dolopo.
Berkunjung ke telaga berhawa sejuk sekitar 20 derajat Celsius itu akan melewati jalan sedikit menanjak dan berkelok-kelok. Telaga Ngebel bukan hanya menampung 24 juta m3 air yang berguna untuk pembangkit tenaga listrik, perternakan ikan, dan pengairan tanaman warga sekitar, tapi juga untuk tempat wisata keluarga.
Ada banyak hal yang bisa anda lakukan di Telaga Ngebel, dimulai dari menikmati hijaunya alam bersama dengan air telaga yang tenang, atau mencoba untuk menikmati wisata air yang tersedia seperti perahu bus, ataupun perahu bebek. Fasilitas umum yang telah ada seperti mushola, toilet, area bermain untuk anak, dan juga sebuah lapangan yang biasa digunakan untuk acara seperti perkemahan.
2. Air Terjun Toyomerto
Masih di seputar Kecamatan Ngebel, terdapat air terjun Toyomerto atau Selorejo. Berjarak kurang lebih 5 kilometer dari kecamatan Ngebel ke arah timur. Atau 35 kilometer dari pusat kota Ponorogo. Menuju ke air terjun ini medannya naik turun ber kelok kelok, dengan kanan kiri jalan terdapat tebing yang curam.
Sepanjang jalan kita akan menjumpai beberapa perkampungan di tengah tengah hutan pinus. View telaga ngebel dari puncak jalan akan terlihat begitu jelasnya. Air Terjun Toyomerto atau Selorejo terdiri dari 2 tingkat air dalam satu aliran yang jatuh dari tebing batu. Masing-masing tingkatan mempunyai ketinggian 25 sampai 30 meter.
Air terjun ini berada di antara dua bukit yg berhadapan. Penduduk menyebut kedua bukit itu dengan naman Gunung Nglengko dan Gunung Manyutan. Keduanya terletak di pegunungan Wilis yang melintang dari Madiun sampai Ponorogo. Air terjun ini berasal dari mata air di gunung Manyutan. Apabila ditelusuri air terjun ini bermuara di kali Catur yg mengalir ke arah Madiun.
Selain air terjun Toyomerto juga ada air terjun widodaren, Juruk Klenteng, Pletuk, Sunggah, dan Coban Lawe. Semuanya memberikan keagugan ciptaan Ilahi Rabbi.
3. Gunung Bedes
Gunung bedes mungkin salah satu destinasi unik laik sambang.Gunung ini berada
di Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Atau 14 km dari pusat
kecamatan, atau 8 km dari pusat desa.
Populer dengan sebutan gunung Bedes karena di gunung ini dulunya banyak sekali dihuni bedes atau kera. Bahkan, sampai sekarang pun masih mudah ditemukan kawanan kera di sana.
Gunung Bedes tak berapi dan tak terlalu besar dan tinggi. Hanya, sebuah batu sangat besar menjulang dengan ketinggian lebih dari 200 meter. Gunung Bedes adalah sejatinya bagian dari gunung-gunung kecil yang saling berjajar dengan Gunung Tengah dan Gunung Poleng.
Gunung Bedes memiliki puncak seluas kira-kira 10m2. Dari puncak inilah bisa dinikmati keindahan alam Kabupaten Ponorogo dari ketinggian. Hamparan sawah, sungai mengalir, rerimbunan hutan hijau nan luas, Gunung Bayangkaki yang kokoh serta rumah-rumah penduduk bisa dilihat dengan indah dari puncak Gunung Bedes.
4. Lembah Tanah Goyang
Sesuai
dengan namanya, tanah itu akan bergoyang ketika kita berada di atasnya. Hal ini
terjadi karena kawasan tersebut adalah sebuah lembah yang dikelilingi
perbukitan tinggi sehingga air berkumpul membentuk sebuah rawa. Di tengah tanah
goyang terdapat sebuah aliran sungai kecil yang sangat jernih yang bisa
digunakan untuk mandi atau menyegarkan diri.
Kawasan tanah goyang berada di
desa Tanjung Sari, salah satu desa di antara enam desa yang tergabung dalam
kecamatan Pudak. Panorama desanya masih sangat alami, jauh dari kebisingan
kota, dan berhawa sangat dingin.
Tanah goyang di sebabkan karena air yang menggenang, di atas air terdapat
rumput yang sangat tebal, karena sudah lama rumput itu sebagian menjadi tanah.
Sehingga apabila kita injak rumput itu akan terasa goyang karena air di
bawahnya, dan seolah-olah menjadi tanah yang bisa bergoyang.
5. Pengrajin Reog
Reog adalah kesenian yang sudah menyatu dengan nadi Ponorogo. Kesenian ini selalu dipentaskan di berbagai kesempatan, baik itu pernikahan, khitanan, hari-hari besar nasional, sampai sejumlah festival tahunan yang diadakan pemerintah Kabupaten Ponorogo. Ada Festival Reog Nasional, Festival Reog Mini Nasional, serta Pertunjukan pada Bulan Purnama yang biasanya diselenggarakan di alun-alun kota.
Penari Reog terdiri dari Jathil, Warok, dan Barongan atau Dadak Merak. Topeng Dadak Merak yang berupa wajah singa dengan kipas bulu merak beratnya bisa mencapai 50 kilogram dan hanya ditahan oleh kepala dan rahang penarinya. Gak jarang, penonton juga diajak duduk di atas kepala sang Barongan.
Dimana reog dibuat, ada baiknya jika menyambangi langsung pengrajin yang membuat peralatan kesenian ini. Salah satunya adalah sanggar milik Pak Sarju yang terletak di Desa Carat Sumoroto, Kecamatan Kauman. Pak Sarju sudah menekuni pembuatan perlengkapan Reog selama lebih dari 40 tahun. Selain bisa melihat langsung proses pembuatannya, pastinya kamu juga bisa mendapat cerita menarik tentang kehidupan seniman reog. [fathur berbagai sumber]






















