Jakarta,Gontornews—-Penegakan keadilan menjadi kata kunci Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) sehingga tekad untuk mengawal penuntasan proses hukum kasus penodaan agama sudah bulat.
Segala upaya akan dilakukan GNPF MUI selama itu masih dalam koridor hukum. Terkait hal itu Ketua umum GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, jika dalam Aksi Simpatik 55 besok ada yang berbuat anarkis, berarti orang tersebut bukan dari GNPF MUI.
Bachtiar menegaskan, aksi tersebut bukanlah aksi untuk menuntut makar, melainkan menuntut keadilan dan independensi hakim. “Seandainya ada yang ingin melakukan anarkis, misalnya tiba-tiba jalan dari Mahkamah Agung ke Istana Presiden, berarti bukan GNPF,β ujarnya dalam acara konferensi pers Aksi Simpatik 55, di AQL Islamic Center Tebet, Selasa (2/5).
Dikatakan UBN tidak ada keinginan untuk anarkis ataupun menggulingkan kekuasaan siapa pun. GNPF, kata dia, bersama umat Islam yakin, Allah yang Maha Adil pasti akan turunkan keadilan-Nya. βSebab, jutaan hamba yang ada di Indonesia khususnya, pasti ada salah satu yang dikabulkan oleh Allah SWT,β katanya seperti dikutip belaquran.com
Agenda dari aksi simpatik itu, jelas Bachtiar, hanya shalat berjamaah di Masjid Istiqlal dan long marchke Mahkamah Agung, setelah itu selesai. Bachtiar mengatakan, tidak ada agenda lain yang terselip, terlebih agenda makar yang diisukan selama ini. βKalaupun ada agenda lain, kami akan umumkan,β jelasnya.
Bachtiar melanjutkan GNPF-MUI akan melakukan orasi dan memohon doa kehadirat Allah. Kemudian, kata dia, menyampaikan pesan ke Mahkamah agung untuk memutuskan perkara penodaan agama dengan seadil-adilnya. βTanpa intevensi siapa pun, tanpa tekanan siapa pun, murni berdasarkan nurani hukum Mahkamah Agung,β ujarnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















