Male, Gontornews — Sarjana Ekonomi Islam UNIDA Gontor kembali menorehkan prestasinya. Kali ini dalam ajang konferensi internasionalbertajuk “International Conference on Islamic Awakening (ICIA): Role of Islamic Thought, Culture and Civilization in Building Peace, Harmony and Tolerance in South Asia” yang diadakan oleh International Institute of Islamic Thougth (IIT) dan Islamic University of Maldives (IUM). Acara tersebut berlangsung 14-15 Juli 2018 di Male,Maldives.
Sarjana UNIDA Gontor itu yaitu Fatturroyhan SE. Fattur berhasil lolos seleksi paper dan mendapatkan undangan khusus dari Prof Dr Omar Hasan Kasule, Prof Dr Anis Ahmad, dan Prof Dr Muhammad Tahir Khalily.
Fatturroyhan merupakan satu-satunya wakil Indonesia dalam acara itu. Selain UNIDA Gontor Indonesia, ada Yusuf Maitama Sule University Kano Nigeria, Bahria University Karachi Pakistan, University of Mauritius Mauritius, IIUI, Islamabad Pakistan, IIIUM, Malaysia, University of Peshwar Pakistan, King Khalid University Saudi Arabia, Malappuram College India, Oxford University UK, Aligarh University India dan Hebron University Palestina.
“Saya adalah satu-satunya sarjana bachelor. Delegasi lainnya adalah PhD dan profesor ternama dari kampusnya,” ujar Fattur yang telah mengikuti konferensi internasional sebanyak tujuh kali itu.
Dalam makalah tersebut, Fattur mengusung sebuah financial technology dengan konsep waqf berdasarkan mekanisme crowdfunding. Tujuannya mencoba mengajukan solusi untuk mengatasi ketimpangan pendapatan Indonesia melalui tangan rakyatnya sendiri dari sektor pariwsata bahari Indonesia.
Fattur mempresentasikan papernya di depan para panelis dan riviewer. Atas idenya, Fattur berhak mendapatkan pujian dan piagam penghargaan dari IIT dan IUM.
“Setelah turun dari podium saya mendapat jabat tangan hangat dan pujian dari Prof Mansoor Akbar Kundi (IIU, Islamabad) dan Prof Omar Hasan Kasule (King Fahad University Saudi Arabia) atas paper yang saya presentasikan” ujar pemuda kelahiran Bontang tersebut.
Pengalaman bertemu dengan orang-orang hebat, membuat Fattur semakin merasa harus berkontribusi lebih untuk Indonesia.
Fattur melanjutkan, bahwasanya nasionalisme benar-benar sangat terasa ketika sedang berada di negara orang, apalagi Fattur satu-satunya wakil negara Indonesia di sana.
“Saya sangat menantikan pengalaman yang saya dapatkan untuk dapat memberikan kontribusi terhadap komunitas Muslim di Indonesia,” tulisnya pada akun instagram@fatturroyhan.
“Semoga mahasiswa Indonesia dan UNIDA Gontor khususnya terus berkarya dan mewujudkan impian, jangan pernah berpuas diri dalam menuntut ilmu, gunakan masa muda kita dengan sebaik-baiknya,” pesan Fatturroyhan untuk pemuda Indonesia.






















