Jerusalem, Gontornews — Amnesty International pada hari Rabu (6/1) meminta Israel untuk memberikan dosis vaksin virus corona kepada warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki. Amnesty mengatakan, sesuai hukum internasional, negara Yahudi itu wajib melakukannya. Demikian dirilis Arabnews.com.
Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat, yang merupakan rumah bagi sekitar 2,8 juta warga Palestina, belum secara terbuka meminta bantuan Israel dalam pengadaan vaksin.
Sementara kelompok Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, tempat sekitar dua juta warga Palestina tinggal, sangat tidak mungkin untuk berkoordinasi secara terbuka dengan Israel dalam upaya pengadaan vaksin.
Kelompok hak asasi yang berbasis di Inggris itu mengatakan, Israel perlu memastikan bahwa vaksin Covid-19 diberikan secara adil dan merata kepada warga Palestina yang tinggal di bawah pendudukannya, di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Otoritas Palestina mengatakan, warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza akan divaksinasi melalui program COVAX yang didukung PBB.
Kementerian kesehatan Palestina mengatakan pada hari Senin bahwa mereka memperkirakan akan menerima dosis vaksin pertamanya bulan depan melalui COVAX.
Israel mulai menginokulasi warganya, termasuk pemukim Israel di Tepi Barat, pada 19 Desember, dimulai dari pekerja medis dan warga berusia lebih dari 60 tahun, dan sejauh ini telah menyuntik lebih dari satu juta orang.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia berharap dalam sebulan 2,25 juta orang Israel – seperempat dari populasi Israel – akan menerima dua suntikan vaksin Pfizer-BioNTech agar diperoleh efek optimal.
Hingga Selasa (5/1), Kementerian Kesehatan Israel telah mengonfirmasi 451.000 kasus virus sejak wabah pandemi, dengan lebih dari 3.400 kematian.
Sedangkan Kementerian Kesehatan Palestina telah mengonfirmasi lebih dari 100.000 kasus di Tepi Barat, termasuk 1.100 kematian.
Di Gaza, ada 43.134 kasus, dengan 404 korban jiwa.
Israel menduduki Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam Perang Enam Hari 1967.
Sejak itu Israel menarik diri dari Gaza tetapi mempertahankan blokade ketat di jalur itu, yang dikatakannya perlu untuk menahan Hamas, sebuah kelompok Islam yang telah berperang tiga kali dengan negara Yahudi itu sejak 2008.
PA mengatakan telah melakukan kontak dengan pemasok vaksin, tetapi Kementerian Kesehatannya mengatakan akan berusaha untuk menyimpan vaksin Pfizer-BioNTech dalam suhu di bawah nol derajat celcius seperti yang disyaratkan. []






















