Brussels, Gontornews — Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) diperkirakan akan mengumumkan keputusan pada hari Rabu (6/1) apakah akan mengizinkan vaksin Moderna yang diproduksi AS untuk digunakan melawan COVID-19 di Eropa.
Badan Uni Eropa yang bertanggung jawab atas evaluasi produk obat itu, telah mempercepat prosedur otorisasi dari biasanya. Laman dw.com melansir, badan ini mendapat tekanan dari negara-negara Eropa yang membutuhkan dosis vaksin lebih banyak.
Jika otoritas memberi lampu hijau, Komisi Uni Eropa kemudian akan memberikan persetujuan resmi.
Sejauh ini, satu-satunya vaksin yang tersedia di blok tersebut diproduksi oleh BioNTech-Pfizer. EMA telah memberikan lampu hijau untuk BioNTech-Pfizer pada 21 Desember.
Sementara itu, Belanda telah mulai memvaksinasi penduduk terhadap COVID-19 — negara Uni Eropa terakhir yang melakukannya.
Petugas kesehatan menjadi yang pertama untuk divaksinasi dalam beberapa hari mendatang. Pusat vaksinasi di seluruh negeri diperkirakan tidak akan beroperasi hingga pekan depan.
Laman itu juga merilis, Jerman mencatat total 1.019 kematian dan lebih dari 21.200 infeksi COVID-19. Ini menurut angka terbaru dari Robert Koch Institute, badan kesehatan masyarakat Jerman untuk penyakit menular.
Negara ini sedang berjuang untuk mengendalikan gelombang kedua virus corona. Jerman pada hari Selasa (5/1) mengumumkan perpanjangan penguncian hingga akhir Januari. []






















