Tel Aviv, Gontornews — Anggota koalisi pemilu yang didominasi Arab di Parlemen Israel bersumpah menuntut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas “hasutan” terhadap warga Palestina atas kebakaran besar yang melanda Israel dan Tepi Barat belum lama ini.
“Para pejabat Israel menyebutnya gelombang teror Palestina sementara orang Israel menghasut melawan Arab dan menyerukan kematian mereka,” kata kepala kneset Ayman Odeh dilansir Al Jazeera, Kamis (9/12).
Pekan lalu, Netanyahu menyatakan bahwa kebakaran terjadi karena sengaja ada yang membakarnya dan berjanji untuk menghukum setiap orang yang bersalah. Dia mengatakan, mereka yang bertanggung jawab akan diperlakukan sebagai “teroris” dan akan mencabut kewarganegaraannya.
Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett mengatakan, tidak ada orang atau kelompok yang sengaja meletupkan api sehingga terjadi kebakaran di Israel.
Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan menambahkan, pembongkaran rumah orang yang terbukti bersalah melakukan pembakaran merupakan salah satu sanksi yang digunakan Israel untuk warga Palestina.
“Hasutan ini sangat berbahaya. Orang-orang Arab [Palestina] bisa menyerang sebagai tindakan balas dendam,” paparnya.
Seperti diketahui, kebakaran hebat melanda Israel November lalu. Israel menangkap beberapa warga Palestina yang diduga menjadi penyebab kebakaran. Polisi Israel mengatakan dari 40 orang yang ditangkap, 24 orang masih diperiksa.
Sementara tiga warga Palestina di Israel telah ditangkap atas tuduhan penyebab kebakaran besar di hutan Carmel, Haifa. [Ahmad Muhajir/Rus]




















