Istanbul, Gontornews — Dua ledakan telah menghantam Kota Istanbul, Turki, Ahad (11/12), menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya. Demikian menurut pihak berwenang.
Sebagian besar korban tewas adalah polisi, tapi dua warga sipil juga ikut tewas.
“Saya mendengar dua ledakan keras dalam selang waktu 30 detik,” kata Omer Yilmaz, petugas kebersihan Masjid Dolmabahce di dekat lokasi kejadian, seperti dikutip Al Jazeera.
“Saya berjalan menuju bus polisi yang terbakar dan saya lihat polisi ada di dalamnya.”
Dalam sebuah pernyataan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, “Sebuah serangan teroris telah dilakukan terhadap pasukan keamanan dan warga negara kita. Ledakan setelah pertandingan sepak bola Besiktas-Bursaspor bertujuan untuk memaksimalkan jumlah korban.”
Polisi mengevakuasi daerah sekitar arena sepak bola Besiktas setelah ledakan, yang kata Kementerian Dalam Negeri adalah serangan bom mobil. Ledakan kedua di taman terdekat, dilaporkan dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri.
Arena ini terletak di seberang Istana Dolmabahce yang bersejarah, yang menghadap Selat Bosphorus.
Ledakan terjadi sekitar dua jam setelah pertandingan sepak bola yang dihadiri oleh ribuan orang di stadion Besiktas Vodafone.
Al Jazeera menyebutkan, sumber-sumber keamanan di Turki telah menahan 10 orang sehubungan dengan pemboman itu. [Rusdiono Mukri]




















