Jakarta, Gontornews – Gubernur DKI Jakarta, Anie Baswedan, menyebut bahwa reuni Abu Sittin yang diselenggarakan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai arena berkumpulnya orang-orang muda yang Abu Sittin. Menurutnya, tua-muda tidak selalu tergantung dengan usia melainkan dengan kualitas pembicaraan yang beorientasikan masa lalu atau musim depan.
“Saya ingin menggarisbawahi di sini bahwa tua-muda tak selamanya tergantung pada usia. Hitungan tahun memang tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Tapi tua-muda tidak ditentukan oleh itu,” kata Anies Baswedan melalui video yang dikirim Dinas Komunikasi dan Info Provinsi DKI Jakarta, Selasa (10/4). Anies berhalangan hadir karena di waktu yang sama, ada kegiatan dan pekerjaan yang harus diselesaikannya.
“Bila yang dibicarakan adalah masa lalu, meskipun hitungan tahunnya kecil sesungguhnya dia sudah tua. Tapi bila yang dibicarakan masa depan meskipun hitungan usianya sudah tinggi, seperti Abu Sittin ini, maka sesungguhnya masih muda,” tambah Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Anies mengucapkan terima kasih kepada para panitia dan para peserta reuni Abu Sittin di Hotel Santika, Jakarta. Anies pun mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan ini merupakan perkumpulan yang dilandasi atas kecintaan mereka kepada Allah swt.
“Saya mengucapkan selamat datang, kami bersyukur bahwa Jakarta dijadikan tempat untuk berkumpul. Dan saya jadi teringat pada apa yang disampaikan oleh Prof Ahmad Fuad Effendy, yang mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan seperti ini untuk tetap mutahbbiina fillah, yaitu orang-orang yang mencintai karena Allah bukan karena yang lain,” sebutnya.
“Saya ingin menyampaikan selamat, terima kasih, apresiasi dan Insya Allah apa apa yang nanti muncul menjadi gagasan pikiran, Insya Allah kita dengan senang hati bisa sama-sama mengerjakannya,” pungkas Anies.
Pada reuni Abu Sittin ini, hadir Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, KH Syamsul Hadi Abdan, Prof Amal Fathullah Zarkasyi, KH Akrim Mariyat, KH Saefudin Arief, KH Ahmad Rosyidi dan sejumlah alumni Gontor berusia 60 tahun dari seluruh Indonesia.
Dalam reuni Abu Sittin kali ini, definisi ‘abu sittin’ diperluas dari sekedar alumni tahun 60-an menjadi reuni alumni yang sudah berusia 60 tahun ke atas. [Mohamad Deny Irawan]





















