Jakarta, Gontornews – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, meminta kepada seluruh partai politik maupun oganisasi masyarakat islam untuk berputus asa dalam mempengaruhi Gontor. Ustadz Hasan, sapaan akrab santri Gontor terhadap beliau, memastikan bahwa jalan Gontor yang begerak di bidang pendidikan tidak akan berubah.
“Gontor tidak berpolitik. Kumpul ngelitik-ngelitik. Tidak ada politik, kumpul menggelitik. Tidak ada. Gontor Bertausiyah, kalau mau diambil silahkan, kalau nggak mau yo wes. Jalan Gontor tidak akan berubah,” kata KH Hasan Abdullah Sahal saat memberi sambutan dalam reuni Abu Sittin yang diselengarakan IKPM Jakarta, di Hotel Santika Jakarta, Selasa (10/4) malam.
“Datanglah ke Gontor, tapi berputus asalah untuk mempengaruhi Gontor,” tambah Kiai berusia 71 tahun tersebut.
Lebih lanjut, Ustadz Hasan memastikan bahwa Gontor tidak akan bisa dipengaruhi oleh NU, Muhammadiyah, dan partai politik seperti PKS, Golkar, PPP, Nasdem, PDI, Partai Demokrat dan partai politik lainnya.
“Muhammadiyah masuk Gontor, harus berputus asa untuk mempengaruhi Gontor. Nahdhatul Ulama masuk Gontor harus berputus asa mempengaruhi Gontor. PKS masuk Gontor harus berputus asa mempengaruhi Gontor. PPP masuk Gontor harus berputus asa untuk mempengaruhi Gontor. Nasdem, Partai demokrat, PDI, Golkar, masuk Gontor harus berputus asa mempengaruhi Gontor. Gontor tidak akan terpengaruh dan tidak akan mempengaruhi,” tegasnya.
Gontor, sebut Ustadz Hasan, akan tetap menerima siapa saja, apapun partainya apapun kelompoknya. Namun yang perlu dicamkan adalah bahwa Gontor akan tetap seperti saat awal pendiriannya dan tidak akan berubah.
“Gontor menerima siapa saja, mau partainya apa, orangnya apa, tapi asal tahu saja, meskipun ‘ada apa’, dan siapa, yang benar, baik, berguna, berhasil, terbukti suksesnya di masyarakat, Gontor tidak masuk dan tidak ada di bawahnya.”
“Gontor tetap bebas dan tidak ada berada di bawahnya atau tidak mau dibawahnya. Titik!” tegas Kiai Hasan. [Mohamad Deny Irawan]





















