pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 29 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Antara Syukur dan Kufur akan Nikmat Allah

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri, MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
3 years ago
in Tafsir
0
Foto: dictio community

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)

Interpretasi Para Mufasir

Dalam Tafsir Al-Azhar dapat dipahami bahwa ayat di atas menerangkan bahwa inilah peringatan Tuhan kepada Bani Israil setelah mereka dibebaskan dari penindasan Fir’aun. Kebebasan itu merupakan perkara yang amat besar yang wajib disyukuri. Dalam bersyukur hendaklah terus berusaha guna mengatasi kesulitan. Setelah bebas dari tindasan Fir’aun, mereka harus membangun.

BACA JUGA

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Transaksi Terbaik Orang Beriman dengan Allah

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Jangan mengomel atas persediaan yang serba kurang, jangan mengeluh kalau belum apa-apa yang dicita-citakan. Syukuri apa yang ada, maka pastilah akan ditambah oleh Allah. Tetapi kalau hanya mengeluh, ini kurang, itu belum beres, yang itu lagi belum tercapai, seakan-akan pertolongan Tuhan itu tidak juga segera datang, maka itu namanya kufur, artinya melupakan nikmat, tidak mengenal terima kasih. Orang yang demikian akan mendapat siksa yang pedih dan mengerikan. Di antaranya ialah jiwanya merasa merumuk ditimpa penyakit rasa selalu tidak puas.

Fakhruddin Al Razi dalam Mafatihul Ghaib mengatakan, “Ketahuilah, maksud ayat ini adalah penjelasan bahwa barangsiapa menyibukkan dengan bersyukur kepada nikmat-nikmat Allah, maka Allah akan menambahkannya dengan berbagai kenikmatan dari-Nya.” Kenikmatan yang akan ditambahkan kepada orang yang bersyukur, juga merupakan kesimpulan para mufassir lainnya, seperti Al Thabari, Al Nasafi, Al Bhaidawi, Al Saukani, Al Sa’d dan lain-lain.



Razi juga menerangkan bahwa kandungan utama Surat Ibrahim ayat 7 setidaknya ada tiga, yaitu: Pertama, pada hakikatnya syukur merupakan ungkapan rasa pengakuan diri atas nikmat dari yang Maha Pemberi. Kedua, janji Allah untuk menambah kenikmatan bagi yang merasa bersyukur. Nikmat tersebut bisa berbentuk jasmani maupun ruhani. Ketiga, sikap kufur akan nikmat bisa menyebabkan rasa tersiksa. Rasa tersiksa ini muncul karena ia tidak tahu (tertutup) akan nikmat Allah sehingga ia juga tidak benar-benar mengetahui Allah.

Sementara itu Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa lafadzتَاَذَّنَ  memiliki dua makna, yaitu: Pertama, artinya mengumumkan dan memberi tahu. Kedua, artinya bersumpah. Maksud dari “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu” adalah sesungguhnya jika kamu mensyukuri nikmat-Ku kepada kalian, niscaya Aku akan menambahkan kepadamu dari nikmat itu.

Maksud dari “tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku)” adalah kalian mengingkari nikmat-nikmat dan kalian menyembunyikannya; “maka pasti azab-Ku sangat berat”. Dan hal itu terjadi dengan dicabutnya nikmat itu dari mereka yang kufur nikmat dan dengan disiksanya mereka karena kufur nikmat.

Nilai-Nilai Pedagogis

QS Ibrahim: 7 mengandung sejumlah nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia. Pertama, mendidik kita menjadi hamba yang  senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang diberikan Allah. Kedua, mengajarkan umat manusia agar senantiasa menjauhi sikap kufur nikmat yang  mendatangkan azab Allah.

Ketiga, mendidik kita agar menjadi pribadi yang takwa dan memiliki akhlak terpuji. Keempat, memotivasi kita agar berlomba-lomba dalam kebaikan serta mencari ridha dan rahmat Allah serta ampunan-Nya.

Makna Nikmat

Kata nikmat ditemukan sebanyak 34 kali dalam Al-Qur’an. Kata ini, menurut pakar bahasa Ibn Faris, digunakan untuk menunjuk keadaan yang baik (Al-Halah Al-Hasanah), baik material maupun spiritual.

Nikmat diartikan pula sebagai tambahan atau kelebihan (al-ziyadah). Karenanya, dikatakan nikmat Allah begitu besar, sehingga tidak mungkin menghitungnya dan barangsiapa yang bersyukur maka nikmat Allah semakin berlimpah.

Makna Syukur

Dalam buku Mawa’izh al-Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menyebutkan bahwa dalam pandangan ahli hakikat, syukur adalah mengakui nikmat yang diberikan oleh Sang Pemberi nikmat secara khusus.

Sedangkan Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh menjelaskan dalam kitabnya At-Tamhid, bahwa wajib bagi seorang hamba memahami benar-benar bahwa setiap nikmat berasal dari Allah Ta’ala dan itulah hakikat syukur.

Pakar bahasa Arab Syekh ar-Raghib al-Ashfahani berpendapat bahwa kata syukur juga berarti sebagai upaya untuk mau menampakkan nikmat-nikmat Tuhan ke permukaan.

Menurut Imam Al-Ghazali cara bersyukur bisa dilakukan dengan empat hal, yaitu: syukur dengan lisan, syukur dengan hati, syukur dengan perbuatan, dan merawat kenikmatan yang diperoleh.

Imam Al-Ghazali juga menjelaskan bahwa syukur tersusun atas tiga perkara. Pertama, ilmu, yaitu pengetahuan tentang nikmat dan pemberiannya, serta meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT dan yang lain hanya sebagai perantara untuk sampainya nikmat, sehingga akan selalu memuji Allah SWT dan tidak akan muncul keinginan memuji yang lain. Sedangkan gerak lidah dalam memuji-Nya hanya sebagai tanda keyakinan.

Kedua, hal (kondisi spiritual), yaitu pengetahuan dan keyakinan tadi melahirkan jiwa yang tenteram, membuatnya senantiasa senang dan mencintai yang memberi nikmat dalam bentuk ketundukan dan kepatuhan. Mensyukuri nikmat bukan hanya dengan menyukai nikmat tersebut melainkan juga dengan mencintai yang memberi nikmat yaitu Allah SWT.

Ketiga, amal perbuatan. Ini berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan, yaitu hati yang berkeinginan untuk melakukan kebaikan, lisan yang menampakkan rasa syukur dengan pujian kepada Allah SWT dan anggota badan yang menggunakan nikmat-nikmat Allah SWT dengan melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Makna Kufur

Menurut Imam Al-Ghazali, kufur nikmat adalah menggunakan kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah pada hal-hal yang tidak diridhai-Nya dan enggan mengucapkan Alhamdulillah.

Kufur merupakan lawan dari kata syukur. Kufur adalah mengingkari nikmat yang telah diberikan Allah, hatinya tidak mengakui bahwa semua nikmat yang diterima merupakan pemberian dari Allah, lisannya tidak memuji atas nikmat yang diberikan Allah, dan anggota tubuhnya tidak digunakan untuk beramal shalih.

Imam Al Mawardi dalam kitab Adabud Dunya menjelaskan bahwa orang yang kufur atas nikmat Tuhan berarti ia berani menentang kepada-Nya karena pada hakikatnya Allah zat yang memberi nikmat.

Allah SWT berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah: 152)

Allah memberikan berbagai karunia agar kita bersyukur. Allah berfirman:

اَللّٰهُ الَّذِيْ سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيْهِ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَۚ

“Allah-lah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.” (QS Al-Jasiyah: 12)

Manusia tidak akan mampu menghitung nikmat yang diberikan Allah dan kebanyakan manusia mengingkari nikmat-Nya. Allah berfirman:

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ ࣖ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS Ibrahim: 34)

Allah memberikan berbagai karunia agar kita bersyukur. Allah SWT berfirman:

يَعْمَلُوْنَ لَهٗ مَا يَشَاۤءُ مِنْ مَّحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُوْرٍ رّٰسِيٰتٍۗ اِعْمَلُوْٓا اٰلَ دَاوٗدَ شُكْرًا ۗوَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

“Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS Saba: 13)

Allah mengingatkan nikmat mana lagi yang kau dustakan. Allah SWT berfirman:

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar-Rahman). Ayat ini diulang sebanyak 31 kali dalam surat Ar-Rahman.

Di antara cara bersyukur yaitu mengucapkan terima kasih kepada manusia. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللهَ

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR Tirmidzi No. 1954)

Bahaya Kufur Nikmat

Pertama, Allah menimpakan bencana kelaparan dan ketakutan. Allah berfirman:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nahl: 112)

Kedua, Allah membinasakan umat yang kufur nikmat dan lebih banyak mengumpulkan harta.

Allah berfirman:

قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْۗ اَوَلَمْ يَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهٖ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَّاَكْثَرُ جَمْعًا ۗوَلَا يُسْـَٔلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ

“Dia (Qarun) berkata, ‘Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.’ Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.” (QS Al-Qashas: 78)

Allah juga berfirman:

فَخَسَفْنَا بِهٖ وَبِدَارِهِ الْاَرْضَ ۗفَمَا كَانَ لَهٗ مِنْ فِئَةٍ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖوَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ

“Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.” (QS Al-Qashas: 81)

Ketiga, mendapatkan siksaan Allah. Allah berfirman:

مَا يَفْعَلُ اللّٰهُ بِعَذَابِكُمْ اِنْ شَكَرْتُمْ وَاٰمَنْتُمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا ۔

”Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.” (QS An-Nisa: 147)

Orang yang kufur nikmat yaitu seseorang yang terlalu cinta dunia, menurut Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan, akan mendapatkan tiga kegalauan yang terus menerus dirasakanya sepanjang hidup:

مُحِبُّ الدُنْيَا لَا يَنْفَكَ مِنْ ثَلاَثِ : هُمْ لَازِمُ وَ تَعبُ دَائِمُ وَ حَسْرَة لَا تَنْقَضَي

“Pecinta dunia tidak lepas dari tiga hal: kegalauan dan keletihan terus-menerus serta kekecewaan yang tiada akhir.”

Penyebab Kufur Nikmat

Pertama, tidak mensyukuri yang sedikit. Rasulullah SAW bersabda :

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَن لا يشكرُ القَليلَ لا يَشكرُ الكثيرَ (رواه مسلم)

“Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberi kabar kepada kami Rubai’ bin Aslam dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: Orang yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan bersyukur pada nikmat yang banyak.” (HR Muslim)

Kedua, kurang beribadah. Rasulullah SAW bersabda:

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَن لا يشكرُ القَليلَ لا يَشكرُ الكثيرَ (رواه مسلم) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ ابْنَ زَائِدَةَ بْنِ نَشِيطٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي خَالِدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يا ابنَ آدمَ : تَفَرَّغْ لعبادَتِي أملأْ صدركَ غِنًى وأسُدُّ فقرَكَ ، وإِنْ لَّا تفعلْ ملأتُ يديْكَ شُغْلًا ، ولم أسُدَّ فقْرَكَ (رواه ابن ماجه)

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Muhammad bin Abdullah haddatsana Imran bin Zaidah bin Nasyith dari ayahnya dari Abu Khalid dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW Bersabda: Allah SWT berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefakiranmu”. (HR Ibnu Majah)

Kisah Teladan

Suatu hari Nabi Musa didatangi orang miskin dengan pakaian lusuh dan compang-camping. Si miskin berkata kepada Nabi Musa, “Wahai Nabi Allah, doakanlah untukku agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya raya.”

Nabi Musa pun tersenyum mendengar permintaan itu, beliau berkata, “Saudaraku, perbanyaklah bersyukur kepada Allah SWT.” Si miskin tentu saja terkejut, dengan kesal ia berkata “Bagaimana aku bisa bersyukur, sedangkan kondisiku seperti ini.” Akhirnya si miskin meninggalkan Nabi Musa dengan perasaan kecewa.

Di kesempatan lain, ada orang kaya yang juga menghadap Nabi Musa, dia berkata, “Wahai Nabi Allah, tolong sampaikan kepada Allah SWT, agar aku dijadikan orang miskin sehingga aku tidak terganggu dengan hartaku.”

Nabi Musa pun tersenyum, lalu berkata, “Wahai saudaraku, mulai saat ini berhentilah bersyukur kepada Allah SWT.”

Mendengar jawaban Nabi, orang kaya itu berkata, “Wahai Nabi Allah, bagaimana mungkin aku tidak bersyukur kepada Allah SWT dengan semua karunia-Nya yang dilimpahkan kepadaku? Allah SWT telah memberikan aku mata yang dengannya aku dapat melihat. Memberiku telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT juga telah menganugerahkan aku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberikan aku kaki yang dengannya aku dapat berjalan.”

Singkat cerita setelah kejadian itu, terjadi perubahan mencolok kepada keduanya, si miskin yang tidak mau bersyukur semakin miskin dan si kaya menjadi semakin kaya dan hidup bahagia karena selalu bersyukur kepada Allah.

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, ‘Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.” (QS An-Naml: 19) []

Tags: KufurNikmatSyukur
Share428Tweet268Send
Previous Post

Rusia: Ukraina, AS, dan Inggris Bertanggung Jawab atas Serangan terhadap Penulis Rusia

Next Post

Ukraina dan Rusia Tukar Tahanan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

28 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

0
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

0
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

0
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

0
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

27 October 2026
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

27 October 2026
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

26 October 2026
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

26 October 2026
Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

26 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result