Kuala Lumpur, Gontornews -– Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Anwar Ibrahim meresmikan pembentukan Halaqah Mubaligh se-Asia Tenggara di Grand Plaza Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dia menyambut baik adanya perkumpulan para pendakwah tersebut. Menurutnya, saat ini masih banyak tugas-tugas dakwah dan perjuangan Islam yang menjadi tanggung jawab bersama dan belum terselesaikan.
“Palestina sekarang keadaannya masih buruk, kezaliman Israel telah melampaui batas kemanusiaan dan seolah-olah dunia diam. Dunia Islam sendiri kalau dilihat dari kekuatan geopolitik itu masih dalam kondisi lemah, bahkan untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina, karena tidak ada kekuatan,” kata Anwar dalam keterangan tertulis diterima Gontornews, Jumat (30/8).
Selain Palestina, nasib Muslim Rohingya juga masih melarat selama puluhan tahun. “Di Xinjiang Cina, Uighur dijadikan kemah tahanan besar. Sementara negeri jiran juga lemah, saya menceritakan ini agar pendakwah bisa melihat kenyataan, dan kita harus tunjukkan kekuatan Islam yang luar biasa untuk menghadapi mereka,” kata Anwar.
Menurutnya, harus ada upaya mengumpulkan kekuatan. “Harus ada pembinaan dakwah, dan upaya ini diharapkan bisa meningkatkan harkat martabat umat, tentunya dengan adanya perkumpulan berbagai kelompok dengan tujuan dan komitmen yang sama,” tuturnya.
Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia itu mengatakan, dakwah itu usaha menyelamatkan umat dan kita mohon kekuatan taufik hidayah dari Allah SWT dalam melakukannya.
“Saya yakin semua masalah umat akan bisa dihadapi jika ada kebangkitan umat, dan jangan ada pecah belah di antara satu sama lain, kita harus punya sikap tasamuh yang sanggup bersatu dan bekerjasama walaupun berbeda-beda warna,” tambahnya.
Halaqah Mubaligh se-Asia Tenggara ini dihadiri para dai dari negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan lainnya. Selain aktivis dakwah, juga hadir perwakilan dari puluhan organisasi nonpemerintah (NGO). [Fathurroji]






















