Jakarta, Gontornews — Menanggapi keputusan larangan bercadar yang menuai prokontra dan beragam reaksi publik belakangan ini, Sekjen Aliansi Penyelenggaran Perguruan Tinggi
(APPERTI) Dr Taufan Maulamin mengatakan, larangan cadar di tengah maraknya pergaulan bebas merupakan tindakan mencoreng reputasi pendidikan di Tanah Air
Menurutnya, alasan menyamakan cadar dengan radikalisme adalah tindakan melanggar sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu larangan bercadar, kata dia, merupakan kemunduran berpikir dan menikam ajaran agama. Justru mahasiswi yang bercadar tidak sedikit yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata.
Taufan menyebutkan di UNS Solo ada mahasiswi bercadar meraih predikat cumlaude pada wisuda 24 Februari 2018 lalu. “Ini kan luar biasa dan bukti bahwa tidak ada hubungannya antara cara berpakaian dengan prestasi akademik,” ujarnya.
Sebelumnya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta sempat meminta mundur mahasiswinya yang bersikukuh tak melepas cadar. UIN beralasan, cadar bisa mempersulit identifikasi mahasiswi yang bersangkutan saat ujian. Di mana mahasiswi bercadar bisa menukar dirinya dengan orang lain saat ujian, alias ada potensi kecurangan ujian dalam cadar. Namun kemudian larangan itu dicabut oleh rektor. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















