Riyadh, Gontornews — Arab Saudi dan Suriah sedang mendiskusikan rencana untuk membuka kembali layanan konsuler antara kedua negara, TV Al-Ekhbariya mengatakan pada hari Kamis (23/3).
“Dalam kerangka keinginan Kerajaan untuk memfasilitasi penyediaan layanan konsuler yang diperlukan antara kedua negara, diskusi sedang dilakukan dengan para pejabat di Suriah untuk melanjutkan layanan konsuler,” lapor saluran TV mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi sebagaimana dirilis Arabnews.com.
Laporan itu menambahkan bahwa pernyataan dari sumber kementerian luar negeri itu sebagai tanggapan atas laporan media internasional pada Kamis pagi.
Langkah itu dilakukan setelah Arab Saudi dan Iran memutuskan awal bulan ini untuk melanjutkan hubungan diplomatik dan membuka kembali kedutaan besar di kedua negara, menyusul kesepakatan yang ditengahi Cina.
Dalam panggilan telepon pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan berbicara dengan rekannya dari Iran, Hussein Amir Abdollahian, tentang rencana mengadakan pertemuan bilateral dalam waktu dekat.
Pada 19 Februari, Pangeran Faisal mengatakan ada konsensus di antara negara-negara Arab bahwa isolasi terhadap Suriah “tidak bisa diteruskan”.
Ia menambahkan bahwa dialog dengan Damaskus diperlukan “di beberapa titik” setidaknya berkaitan dengan “masalah kemanusiaan.”
Dia juga mengatakan pada 8 Maret bahwa Suriah pada akhirnya akan kembali bergabung dengan Liga Arab, tetapi pada saat itu, “terlalu dini untuk didiskusikan.” []






















