Jeddah, Gontornews — Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaksanakan konferensi pers terakhir seputar Covid-19 setelah kerajaan mencabut sebagian besar tindakan pencegahan untuk memerangi virus korona.
Dalam konferensi pers terakhirnya, Juru bicara Kementerian kesehatan, Mohammed Al-Abd Al-Aly dan Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Letnan Kolonel Talal Al-Shalhoub, berterima kasih kepad semua pihak yang ambil bagian dalam pengaturan setiap pengarahan Covid-19 dalam dua tahun terakhir.
βKerajaan hampir mengatasi pandemi sepenuhnya, berkat perluasan dalam upaya imunisasi dan peningkatan program kesadaran masyarakat,β kata Al-Aly saat konferensi pers, Jumat
Mulai 22 Maret 2020, seluruh warga Arab Saudi mendengarkan konferensi tingkat menteri untuk mempelajari tentang virus dan mencari kepastian dari para ahli untuk menentukan kebijakan yang akan mereka ambil.
Sepanjang dua tahun tersebut, kerajaan telah mengadakan sekitar 225 konferensi pers yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian maupun lembaga pemerintah yang terkait.
Direktur Eksekutif Komunikasi dan Kesadaran Korporat di SFDA, Taiseer Almofarej, mengatakan setiap tahap yang ia ikuti merupakan respons terhadap apa yang terjadi pada saat itu.
βAwalnya, kami merasakan tanggungjawab dengan slogan kita. Kemudian, antisipasi selama fase kembali (ke kehidupan normal) dengan hati-hati, dan memotiviasi selama peluncuran vaksin,β sambung Almofarej kepada Arab News.
Al-Aly mengatakan kementerian akan terus memberikan informasi dan perkembangan penting terkait pandemi dan konferensi pers hanya akan diadakan jika diperlukan atau ada perkembangan baru. Kementerian juga telah menghentikan laporan harian yang dibagikan melalui Saudi Press Agency.
βMasalah laporan statistik harian kasus virus korona juga akan ditangguhkan. Namun, data akan tersedia untuk para ahli dan spesialis di situs resmi kementerian,β tutup Al-Aly. [Mohamad Deny Irawan]






















