Washington, Gontornews — Arab Saudi menyebut kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara dunia sebagai “kesepakatan yang cacat”. Hal itu disampaikan Arab Saudi pada malam pertemuan Presiden Donald Trump dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Washington, Amerika Serikat, Senin malam (19/3).
“Pandangan kami tentang kesepakatan nuklir Iran adalah kesepakatan yang cacat,” kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, Reuters.
Jubeir mengatakan, jika pertemuan antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Trump terjadi ketika Riyadh dan Washington akan kembali memperkuat hubungan mereka setelah sebelumnya telah terjadi ketegangan antar kedua negara saat masih di bawah pemerintahan A.S. sebelumnya.
Dan menurutnya, ketegangan yg terjadi antara Arab Saudi dan AS tidak terlepas dari perilaku Irandan ketegangan tersebut karena Iran. Salah satunya adalah soal dukungan Teheran untuk milisi Houthi di Yaman dan dukungan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Suriah.
“Kami telah menyerukan kebijakan ketat terhadap Iran selama bertahun-tahun,” kata Jubeir.
Kantor berita negara Saudi, SPA mengatakan bahwa putra mahkota tersebut berangkat ke Amerika Serikat pada hari Senin kemarin untuk melakukan kunjungan. Dalam kunjungannya nanti, rencananya akan bertemu dengan para pemimpin bisnis di New York, Boston, Los Angeles, San Francisco dan Houston.
Dia akan bertemu Trump pada hari ini, Selasa (20/3) di Gedung Putih dan juga akan bertemu pejabat administrasi senior. Selain itu, dalam kunjungannya tersebut Putra Mahkota juga akan melihat anggota Kongres, yang di antaranya telah mengkritik kebijakan Arab Saudi di Yaman, khususnya pada masalah kemanusiaan dan korban sipil.
Sebelumnya, kunjungan dilakukan di Inggris beberapa waktu lalu. Kunjungannya di Inggris dalam rangka tur mancanegara pertamanya sejak kemunculannya dalam meyakinkan sekutu Barat tentang negaranya yang merupakan eksportir minyak utama dunia, dan tempat yang lebih baik untuk berinvestasi dengan masyarakat yang lebih toleran.[Devi Lusiana]





















