New York, Gontornews — Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB bahwa “setiap anggota Dewan harus mengirim pesan yang jelas bahwa ancaman nuklir yang sembrono ini harus dihentikan segera.”
Blinken menyebutkan beberapa tuduhan kejahatan perang dan kekejaman lainnya yang dilakukan Rusia selama invasinya ke Ukraina.
Dia menyerukan kepada negara-negara lain untuk meminta pertanggungjawaban Rusia dan mengatakan bahwa “tatanan internasional yang kami ditegakkan di sini sedang dihancurkan di depan mata kami.”
“Kami tidak bisa – dan tidak akan – membiarkan Presiden Putin lolos begitu saja,” tambah Blinken dirilis dw.com.
Diplomat top AS itu mengatakan sangat penting untuk menunjukkan bahwa “tidak ada negara yang dapat menggambar ulang perbatasan negara lain dengan paksa.”
Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menolak tuduhan pada sesi tersebut, dengan mengatakan bahwa “AS dan sekutu mereka dengan jaringan organisasi hak asasi manusia internasional telah mengubah kejahatan rezim Kyiv.”
Dewan Keamanan PBB memiliki 10 anggota terpilih dan lima anggota tetap yang dapat memveto setiap proposal Dewan Keamanan, yaitu AS, Rusia, Cina, Prancis, dan Inggris.[]





















