Washington, Gontornews– Amerika Serikat telah memindahkan sembilan warga Yaman dari penjara militer AS di Guantanamo ke Arab Saudi. Ini termasuk seorang narapidana yang mogok makan sejak 2007.
Pemindahan ini merupakan bagian dari rencana Presiden Barack Obama untuk menutup pusat penahanan yang kontroversial itu, sebelum dia meninggalkan Gedung Putih, Januari 2017 mendatang.
“Amerika Serikat berterima kasih kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang mendukung upaya AS untuk menutup fasilitas penahanan Guantanamo demi kemanusiaan,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan hari Sabtu (17/4).
Setelah negosiasi panjang, Saudi setuju mengambil sembilan tahanan asal Yaman. Mereka akan dibina dan direhabilitasi agar dapat kembali ke masyarakat.
Mereka tidak akan dikirim kembali ke Yaman karena pejabat AS khawatir ketidakstabilan yang ada di Yaman akan membuat mereka kembali menjadi ‘militan’.
Salah satu tahanan yang akan dipindahkan ke Saudi adalah Tariq Ba Odah (37), warga Yaman yang mogok makan sejak tahun 2007.  Tim hukumnya mengatakan, berat badan Tariq turun ke 34 kg, kehilangan sekitar setengah dari berat tubuhnya.
Pemindahan tahanan ini berlangsung saat Obama bersiap mengunjungi Arab Saudi pada Rabu dan Kamis mendatang untuk menghadiri pertemuan puncak Dewan Kerjasama Teluk.
Sekarang masih ada 80 tahanan di Guantanamo, sebagian besar ditahan tanpa tuduhan atau pengadilan selama lebih dari satu dekade. (Rusdiono Mukri)






















