Washington, Gontornews — Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar. AS berdalih dukungan yang diberikan demi meringankan penderitaan serta mengatasi akar konflik, kekerasan dan pelecehan yang dialami etnis minoritas Rohingya.
Wakil Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Robert Palladino menjelaskan bahwa AS akan mendukung repatriasi pengungsi Rohingya sembari meminta agar para penjahat kemanusiaan bertanggungjawab terhadap kekerasan yang menyasar etnis Rohingya di Rakhine.
“Kami akan terus meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggungjawab. Kami akan memantau rencana mereka serta memastikan bahwa bantuan yang kami berikan bersifat sukarela,” kata Wakil Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Robert Palladino sebagaimana dilansir Dhaka Tribune, Jum’at (2/11).
“Tujuan kami adalah untuk meringankan penderitaan mereka serta mengatasi akar penyebab konflik, kekerasan dan pelecehan,” tambah Palladino.
Keputusan ini dibuat setelah Myanmar dan Bangladesh bersepakat untuk melakukan repatriasi pengungsi Rohingya pada pertengahan November mendatang. Untuk tahap pertama, kedua negara tersebut bersepakat akan memulangkan sektiar 2.260 pengungsi Β Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar.
Sementara itu, saat kelompok Joint Work Group (JWG) yang dinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Bangladesh dan Myanmar mengaku telah memeverfikasi sekitar 5.000 pengungsi Rohingya. Namun, pengungsi Rohingya mengaku belum mendapatkan kepastian keamanan jika mereka kembali ke kampung halamannya di Rakhine.
Lebih lanjut, Pengungsi Rohingya siap menolak repatriasi jika hak-hak dasar mereka seperti hak kewarganegaraan, fasilitas perumahan tidak disediakan oleh pemerintah Myanmar. [Mohamad Deny Irawan]





















