Melbourne, Gontornews — Kepolisian Australia mengintensifkan patroli demi mencegah penularan Covid-19 di negara bagian Victoria, Sabtu (3/10). Pengintensifan patroli ini dilakukan menyusul pelanggaran yang dilakukan warga Melbourne saat penguncian ketat kembali diberlakukan.
Dalam pembatasan kali ini, pemerintah negara bagian Victoria mengizinkan warganya untuk berolahraga dan keluar rumah maksimal 2 jam sehari. Selain itu, pemerintah juga mewajibkan warga untuk menggunakan masker setiap melakukan aktivitas ke luar rumah.
Namun, dalam beberapa rekaman televisi dan media sosial, sebagian besar warga mengabaikan larangan berkurumun serta tidak menggunakan masker. Terkhusus objek wisata pantai Melbourne menyusul peningkatan suhu di belahan bumi sebelah selatan.
βSejumlah denda dikenakan kepada para pelanggar aturan. Kepolisian Victoria akan meningkatkan patroli di ruang publik populer sepanjang akhir pekan ini,β ungkap pernyatan resmi Kepolisian Victoria yang dilansir Reuters.
Pihak kepolisian menerapkan denda sebesar 200 Dollar Australia bagi warga yang tidak menggunakan masker. Sementara itu, pemerintah memberlakukan denda lebih dari 1600 Dollar Australia bagi mereka yang melanggar aturan kesehatan masyarakat.
Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews, mengatakan pelanggaran kunjungan ke pantai Melbourne ini tidak dapat diterima. βMenghabiskan waktu di pantai tanpa masker, tanpa jarak sosial, berarti anda tidak akan bisa pergi ke pantai sepanjang musim panas ini,β kata Andrews.
Sebelumnya, Andrews sendiri telah memberlakukan penguncian ketat di wilayah Melbourne selama berbulan-bulan. Namun, penurunan kasus dalam beberapa waktu terakhir menurun hingga berada di bawah 5 kasus per hari.
Victoria merupakan negara bagian Australia paling terdampak Covid-19. Pemerintah Australia mencatat 90 persen kematian akibat Covid-19 berasal dari Victoria. Β Australia mencatat total 893 kasus kematian sejak pertama kali melaporkan kasus Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]





















