Peran komunikasi adalah sebagai alat untuk menyampaikan ide, gagasan, dan pemikiran seseorang. Komunikasi sendiri berfungsi untuk membentuk konsep diri, eksistensi diri, kelangsungan hidup, dan lainnya.
Menjadi sosok pemimpin berarti harus siap untuk amanah, tegas, disiplin, dan pintar berkomunikasi dengan sesama. Karenanya selain pendidikan akhlak, orangtua juga penting untuk mengembangkan skill berbahasa anak sejak dini.
Otak anak memiliki milyaran sel yang siap menyimpan setiap informasi yang masuk. “Bahasa ibu sebagai bahasa pertama tentu penting dalam komunikasi untuk membentuk konsep diri pada anak,” terang Dr Helmawati SE MPdI, penulis buku, “Mendidik Anak Berprestasi”, kepada Majalah Gontor.
Selanjutnya orangtua hendaknya memberikan pengetahuan yang lebih luas dengan memfasilitasi anak untuk juga belajar berbagai bahasa.
Bahasa -baik verbal maupun non verbal- yang digunakan pada anak, berperan dalam pembentukan jati diri anak ke depan. “Bahasa positif yang digunakan orangtua dapat memotivasi anak untuk memiliki konsep diri yang positif juga,”.
Sebaliknya, orangtua yang selalu menggunakan diksi negative akan berpengaruh pada konsep diri anak yang juga bisa berdampak negatif. “Di sinilah pentingnya pemahaman orangtua sebagai pemimpin dalam keluarga, terutama terhadap anak-anaknya,” tegas dosen pengajar Komunikasi Pendidikan tersebut.
Anak yang pandai dalam berbahasa akan cepat dalam berinteraksi sosial. Jika ditingkatkan lebih jauh lagi, hal ini bisa membantunya untuk mengasah skill kepemimpinannya.
Sehingga bisa meningkatkan nilai-nilai kemandirian, kepemimpinan, kepercayaan diri, dan kepedulian sosial atau kebersamaan. [Edithya Miranti]





















