pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 27 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Debat Bermartabat

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
8 years ago
in Kolom
0
Debat Bermartabat

Andar Nurbowo, Alumni EHESS Paris, Peneliti di RSIS NTU Singapura, kader muda Muhammadiyah

Tanggal 7 Januari 2015 silam, Charlie Hebdo dirangsek kelompok bersenjata. Majalah produsen satiris Prancis ini baru saja memuat kartun Nabi yang diagungkan umat Islam sedunia. Pelakunya adalah keturunan imigran Muslim. Sontak, debat publik kembali memanas: apakah Islam itu sumber radikalisme, atau radikalisme itu menggunakan Islam?

Dua sarjana terkemuka Prancis, yang menekuni Islam dan politik, Olivier Roy dan Gilles Kepel terlibat debat akademik dan publik yang panas. Silang pendapat kedua sobat ini berlangsung terbuka, keras, dan sesekali, meledek serta menguliti latar masing-masing.

Kepel, Profesor dan Kepala Pusat Studi Timur Tengah di Science Po Paris, menuduh postulat “islamisation de la radicalisation” itu tak berdasar, mentah, karena Roy sepenuhnya tak bisa bahasa Arab, apalagi membaca dan mendengarkan literatur dan ceramah bahasa tersebut.

BACA JUGA

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Strategi Guru Menumbuhkan Kualitas Iman Siswa

Menjadi Alumni Gontor Menjadi Santri Sepanjang Hayat

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

Strategi Menanamkan Akidah Islam Melalui Pembiasaan Ibadah pada Anak Tingkat SD/MI

Sebaliknya, Roy membalas Kepel sebagai “Rastignac (nama tokoh dalam novel Honore de Balzac yang berkarakter ambisius, miskin dan naif) de haute niveau”. Kepel digambarkan sebagai tokoh Rastignac tingkat tinggi.

Terlepas dari penggunaan sarkasme dan satir yang itu lumrah di Prancis, kedua sarjana ini turut membantu memahamkan publik atas persoalan radikalisme, terorisme, dan juga Islam. Dalam kaca mata Roy, Islam bukanlah sumber utama, hanya marginal saja, dari kekerasan, radikalisme dan ektrimisme.



Ketiga simptoma tersebut berdiri sendiri, ada pada individu yang mengalami tekanan sosial, ekonomi dan politik.

Lalu, individu tersebut membungkus tindakannya dengan Islam. Di sinilah, argumen Roy, Islam dijadikan alat untuk melegitimasi tindakannya. Mereka melakukan islamisasi radikalisme. Pandangan Roy yang alumni filsafat ini, tampaknya, sebagaimana Marx Weber, melihat individu itu dapat memengaruhi sistem atau masyarakat.

Di seberang lain, Kepel yang lama tinggal di Mesir dan Timur Tengah melihat Roy tidak membaca Islam dari sumber aslinya: bahasa Arab. Karena itu, ia melakukan kesalahan fatal dalam postulatnya. Baginya, Islam itu sendiri yang –seperti dalam literatur primernya– menjadi sumber dari radikalisme. Jadi, simptoma kekerasan ekstrem belakangan ini adalah fenomena “radicalisation de l’Islam”.

Ceramah-ceramah di masjid tentang ajaran-ajaran radikal ini mudah didengar dan dipahami. Pandangan Kepel, yang selalu necis khas model Paris ini, tampaknya, mewarisi teori sosial khas Prancis Emile Durkheim bahwa individu itu bagian dan dipengaruhi oleh sistem atau masyarakat yang lebih luas.

Islam sebagai sebuah sistem ajaran memengaruhi tindak tanduk dan solah bawah individu umatnya. Dalam tinjauan kebijakan publik, pandangan Roy menekankan perlunya analisis komprehensif atas penyebab radikalisme, misalnya tekanan ekonomi, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Tidak selalu dan melulu apalagi secara grusa-grusu, mengaitkannya dengan Islam (atau agama apapun). Perlu kajian mendalam untuk mengetahui penyebab dan solusi tepatnya. Pandangan Kepel, meski menurut saya ada benarnya, mendorong pengambil kebijakan di tingkat nasional maupun internasional untuk melihat Islam sebagai sumber kekerasan dan radikalisme.

Kepel dianggap mendorong kuatnya phobia atas Islam dalam preskripsi normatif pengambil kebijakan politik. Solusi atas simptoma radikalisme dan terorisme biasanya diambil dengan mencurigai perilaku dan simbol-simbol Islam di publik. Saya membaca buku-buku kedua sarjana ini. Saya mendapat kehormatan dan kemewahan untuk menjadi mahasiswa yang berguru dan dibimbing oleh Olivier Roy.

Cara pandangnya dalam melihat persoalan sosial dan politik Islam, sedikit banyak, mempengaruhi cara pandang saya. Roy adalah seorang ilmuwan yang rendah hati, mau mendengar dan membimbing satu-satunya mahasiswa dari negeri Timur Jauh seperti saya. Saya juga membaca dan mengutip karya-karya Kepel seperti tentang jihad, Islam dan politik di Timur Tengah. Saya mengagumi style dan seleranya dalam fashion.

Jika tak menjadi ilmuwan, ia adalah seorang model Yves Laurent Saint (YLS) yang trendi dan wangi. Lebih dari itu, ia fasih dalam beretorika, menguasai bahasa Arab dan Inggris dalam kadar kefasihan tingkat tinggi. Kepel adalah model ilmuwan yang keren. Di Prancis tempat demokrasi dan republikanisme tumbuh mewangi, seorang ilmuwan adalah juga intelektual. Ia mempertanggungjawabkan pandangannya dalam tanggung jawab ilmiah yang tinggi. Ia bicara berdasarkan data dan angka, yang dihasilkan dari riset panjang dan mendalam.

Karena itu, seperti Spartacus, ia mati-matian mempertahankan marwahnya secara bermarbat seraya mengimani adagium “y a pas de prophet dans l’intelectualism francais“, tidak ada seorang nabi yang diagungkan dalam dunia intelektual Prancis. Ia mengimani postulat saintifiknya seraya membuka diri dari kritik ilmiah padanya.

Bagaimana dengan debat di negeri kita?

Saya tak berpretensi apapun. Hanya berharap, debat publik yang dihelat para sarjana, ilmuwan, dan intelektual berkarat tinggi di negeri ini tetap menjadi suluh pencerahan, yang terbebas dari bias politik yang mengangkangi postulat fakta dan angka. Debat seyogyanya adalah panggung bersama untuk merayakan kebebasan. Debat yang diintervensi oleh “bias selection” hanya akan mengurangi darojat kemuliaan seorang intelektual dan sarjana di negeri ini.

Tags: IlmuwanIslam
Share38Tweet24Send
Previous Post

KH Anang Rikza Masyhadi MA: Membina Generasi Shalih dan Mushlih

Next Post

Bahasa Dukung Skill Kepemimpinan Anak

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

26 October 2026
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

0
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

0
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

0
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

0
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

27 October 2026
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

27 October 2026
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

26 October 2026
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

26 October 2026
Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

26 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result