pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 25 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Debat Bermartabat

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
25 January 2019
in Kolom
0
Debat Bermartabat

Andar Nurbowo, Alumni EHESS Paris, Peneliti di RSIS NTU Singapura, kader muda Muhammadiyah

Tanggal 7 Januari 2015 silam, Charlie Hebdo dirangsek kelompok bersenjata. Majalah produsen satiris Prancis ini baru saja memuat kartun Nabi yang diagungkan umat Islam sedunia. Pelakunya adalah keturunan imigran Muslim. Sontak, debat publik kembali memanas: apakah Islam itu sumber radikalisme, atau radikalisme itu menggunakan Islam?

Dua sarjana terkemuka Prancis, yang menekuni Islam dan politik, Olivier Roy dan Gilles Kepel terlibat debat akademik dan publik yang panas. Silang pendapat kedua sobat ini berlangsung terbuka, keras, dan sesekali, meledek serta menguliti latar masing-masing.

Kepel, Profesor dan Kepala Pusat Studi Timur Tengah di Science Po Paris, menuduh postulat “islamisation de la radicalisation” itu tak berdasar, mentah, karena Roy sepenuhnya tak bisa bahasa Arab, apalagi membaca dan mendengarkan literatur dan ceramah bahasa tersebut.

BACA JUGA

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Bermakna

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Sebaliknya, Roy membalas Kepel sebagai “Rastignac (nama tokoh dalam novel Honore de Balzac yang berkarakter ambisius, miskin dan naif) de haute niveau”. Kepel digambarkan sebagai tokoh Rastignac tingkat tinggi.

Terlepas dari penggunaan sarkasme dan satir yang itu lumrah di Prancis, kedua sarjana ini turut membantu memahamkan publik atas persoalan radikalisme, terorisme, dan juga Islam. Dalam kaca mata Roy, Islam bukanlah sumber utama, hanya marginal saja, dari kekerasan, radikalisme dan ektrimisme.

Ketiga simptoma tersebut berdiri sendiri, ada pada individu yang mengalami tekanan sosial, ekonomi dan politik.

Lalu, individu tersebut membungkus tindakannya dengan Islam. Di sinilah, argumen Roy, Islam dijadikan alat untuk melegitimasi tindakannya. Mereka melakukan islamisasi radikalisme. Pandangan Roy yang alumni filsafat ini, tampaknya, sebagaimana Marx Weber, melihat individu itu dapat memengaruhi sistem atau masyarakat.

Di seberang lain, Kepel yang lama tinggal di Mesir dan Timur Tengah melihat Roy tidak membaca Islam dari sumber aslinya: bahasa Arab. Karena itu, ia melakukan kesalahan fatal dalam postulatnya. Baginya, Islam itu sendiri yang –seperti dalam literatur primernya– menjadi sumber dari radikalisme. Jadi, simptoma kekerasan ekstrem belakangan ini adalah fenomena “radicalisation de l’Islam”.

Ceramah-ceramah di masjid tentang ajaran-ajaran radikal ini mudah didengar dan dipahami. Pandangan Kepel, yang selalu necis khas model Paris ini, tampaknya, mewarisi teori sosial khas Prancis Emile Durkheim bahwa individu itu bagian dan dipengaruhi oleh sistem atau masyarakat yang lebih luas.

Islam sebagai sebuah sistem ajaran memengaruhi tindak tanduk dan solah bawah individu umatnya. Dalam tinjauan kebijakan publik, pandangan Roy menekankan perlunya analisis komprehensif atas penyebab radikalisme, misalnya tekanan ekonomi, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Tidak selalu dan melulu apalagi secara grusa-grusu, mengaitkannya dengan Islam (atau agama apapun). Perlu kajian mendalam untuk mengetahui penyebab dan solusi tepatnya. Pandangan Kepel, meski menurut saya ada benarnya, mendorong pengambil kebijakan di tingkat nasional maupun internasional untuk melihat Islam sebagai sumber kekerasan dan radikalisme.

Kepel dianggap mendorong kuatnya phobia atas Islam dalam preskripsi normatif pengambil kebijakan politik. Solusi atas simptoma radikalisme dan terorisme biasanya diambil dengan mencurigai perilaku dan simbol-simbol Islam di publik. Saya membaca buku-buku kedua sarjana ini. Saya mendapat kehormatan dan kemewahan untuk menjadi mahasiswa yang berguru dan dibimbing oleh Olivier Roy.

Cara pandangnya dalam melihat persoalan sosial dan politik Islam, sedikit banyak, mempengaruhi cara pandang saya. Roy adalah seorang ilmuwan yang rendah hati, mau mendengar dan membimbing satu-satunya mahasiswa dari negeri Timur Jauh seperti saya. Saya juga membaca dan mengutip karya-karya Kepel seperti tentang jihad, Islam dan politik di Timur Tengah. Saya mengagumi style dan seleranya dalam fashion.

Jika tak menjadi ilmuwan, ia adalah seorang model Yves Laurent Saint (YLS) yang trendi dan wangi. Lebih dari itu, ia fasih dalam beretorika, menguasai bahasa Arab dan Inggris dalam kadar kefasihan tingkat tinggi. Kepel adalah model ilmuwan yang keren. Di Prancis tempat demokrasi dan republikanisme tumbuh mewangi, seorang ilmuwan adalah juga intelektual. Ia mempertanggungjawabkan pandangannya dalam tanggung jawab ilmiah yang tinggi. Ia bicara berdasarkan data dan angka, yang dihasilkan dari riset panjang dan mendalam.

Karena itu, seperti Spartacus, ia mati-matian mempertahankan marwahnya secara bermarbat seraya mengimani adagium “y a pas de prophet dans l’intelectualism francais“, tidak ada seorang nabi yang diagungkan dalam dunia intelektual Prancis. Ia mengimani postulat saintifiknya seraya membuka diri dari kritik ilmiah padanya.

Bagaimana dengan debat di negeri kita?

Saya tak berpretensi apapun. Hanya berharap, debat publik yang dihelat para sarjana, ilmuwan, dan intelektual berkarat tinggi di negeri ini tetap menjadi suluh pencerahan, yang terbebas dari bias politik yang mengangkangi postulat fakta dan angka. Debat seyogyanya adalah panggung bersama untuk merayakan kebebasan. Debat yang diintervensi oleh “bias selection” hanya akan mengurangi darojat kemuliaan seorang intelektual dan sarjana di negeri ini.

Tags: IlmuwanIslam
Share36Tweet23Send
Previous Post

KH Anang Rikza Masyhadi MA: Membina Generasi Shalih dan Mushlih

Next Post

Bahasa Dukung Skill Kepemimpinan Anakο»Ώ

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Alumni Gontor Raih β€˜Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih β€˜Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result