Depok, Gontornews — Memukul anak ternyata bisa mengganggu emosional dan perilaku anak. Memukul juga berarti mengajarkan anak bahwa menyakiti orang diperbolehkan. Karena itu berhentilah memukuli anak!
Kekerasan kadang dijadikan pilihan bagi orangtua untuk menghukum anak. Alih-alih ingin membuat anak disiplin, kekerasan justru dapat menyebabkan anak mengalami gangguan emosional dan perilaku.
Imbasnya, anak akan menunjukkan tanda-tanda depresi atau kurangnya kepercayaan diri. Selain itu, di lain waktu anak juga akan mudah melampiaskan amarahnya dengan cara kekerasan yang sama.
Tika, guru TK (Taman Kanak-Kanak) Harapan Bunda, Depok, kepada Gontornews.com menuturkan bahwa ia telah menegur salah seorang wali murid yang didapati sering mencubit anaknya saat di rumah. Akibatnya si murid tersebut ketika di sekolah juga sering mencubit atau memukuli temannya saat ia marah.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa hukuman fisik meningkatkan risiko hasil perkembangan anak secara negatif yang luas dan abadi. Efek-efek negatif yang dihasilkan terdiri dari kerugian neurologis, fisik, perilaku, kognitif, emosional, dan indikator pembangunan sosial. <Edithya Miranti>






















