Dhaka, Gontornews — Menyusul gagalnya repatriasi pengungsi Rohingya 22 Agustus 2019 yang lalu, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Bangladesh berencana untuk mengambil langkah serius untuk menangani masalah pengungsian ini. Bangladesh dikabarkan meminta dunia agar membantu perdamaian dan stabilitas di Myanmar.
βKami akan mencoba yang terbaik. Kami bekerja sesuai saran anda. Akan tetapi, akhirnya itu (repatriasi) tidak terjadi. Kami akan membuat posisi kami lebih kuat,βΒ kata Menteri Luar Negeri Bangladesh, AK Abdul Momen saat mengisi diskusi berjudul β15 Agustus dan Dampaknya terhadap Bangladeshβ di Auditorium Bangabandhu Memorial Trust di Dhaka, Jumat (23/8).
Lebih lanjut, Abdul Momen meminta Myanmar harus akomodatif dan mampu meyakinkan mereka agar kembali ke kampung halamannya.
βDunia harus lebih peduli tentang hal tersebut,β katanya sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Terlepas dari pembatalan yang terjadi, Bangladesh akan sekuat tenaga memberikan yang terbaik bagi para pengungsi Rohingya.
Abdul Momen lantas meminta kepada badan-badan PBB untuk lebih fokus kepada Myanmar dan membantu mereka untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi pengungsi Rohingya. Sejauh ini, Cina, Rusia, India, Jepang dan sejumlah negara mendukung Bangladesh terkait pengungsi Rohingya.
βDengan sumber daya kami yang terbatas, kami mampu menjaga mereka dengan baik,β pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]
Β





















