St Petersburg, Gontornews — Belanda dan Australia secara resmi telah menuduh Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat penumpang Malaysia Airlines pada 2014 yang menewaskan 298 orang.
Langkah itu dilakukan sehari setelah penyelidik internasional menyimpulkan bahwa rudal yang menabrak pesawat MH17 berasal dari brigade militer Rusia di Kursk.
Pada saat insiden itu terjadi pada 17 Juli 2014, separatis pro-Rusia sedang bertempur melawan pasukan pemerintah Ukraina di wilayah itu.
Boeing 777 meledak di udara, puing-puing pesawat bertebaran di radius kiloan meter ladang di wilayah yang dikuasai pemberontak.
Kedua negara meminta “Rusia bertanggung jawab atas tragedi dari penerbangan Malaysia Airlines,” kata pemerintah Belanda dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (25/5).
Sementara itu Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan Australia dan Belanda kini telah memberitahu Federasi Rusia bahwa, “Kami menganggapnya bertanggung jawab di bawah hukum internasional untuk perannya dalam meruntuhkan MH17.”
“Australia dan Belanda telah meminta Rusia untuk bernegosiasi guna membuka dialog tentang perbuatannya itu.”
Rory Challands dari Aljazeera yang melaporkan dari St Petersburg, Rusia, mengatakan bukti yang disampaikan oleh Tim Investigasi Gabungan (JIT) pimpinan Belanda dan Australia mempercayai bahwa Rusia bertanggung jawab atas tragedi itu. [Rusdiono Mukri]





















