Kota Gaza, Gontornews — Presiden AS Joe Biden meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengurangi ketegangan konflik Gaza demi menuju gencatan senjata, kata seorang juru bicara Gedung Putih, dirilis Arabnews.com.
Pejabat medis Palestina mengatakan bahwa sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, sebanyak 223 orang Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel yang menghancurkan jalan, bangunan dan infrastruktur lainnya. Serangan itu makin memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza.
Sedangkan Otoritas Israel menyebutkan, serangan roket dari Gaza menewaskan 12 orang di Israel.
Upaya diplomatik regional dan upaya yang dipimpin AS untuk gencatan senjata telah banyak dilakukan tetapi sejauh ini gagal membuahkan hasil.
Netanyahu memuji apa yang dia gambarkan sebagai dukungan dari AS, sekutu utama Israel, untuk hak membela diri dalam melawan serangan roket dari Gaza.
Tetapi dalam percakapan telepon dengan Netanyahu, Biden meminta pemimpin Israel itu untuk menurunkan intensitas konflik, saat warga sipil di kedua belah pihak telah banyak yang tewas.
“Kedua pemimpin telah berdiskusi secara rinci tentang keadaan peristiwa di Gaza, kemajuan Israel dalam menurunkan kemampuan Hamas, dan upaya diplomatik yang sedang berlangsung oleh Amerika Serikat,” kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan.
“Presiden menyampaikan kepada perdana menteri bahwa dia mengharapkan penurunan yang signifikan hari ini untuk menuju gencatan senjata.”
Namun belum ada komentar segera dari Israel.
Sebelumnya pada hari Rabu, ketika memberikan sambutan kepada duta besar asing untuk Israel, Netanyahu tidak menyebutkan tentang penghentian pertempuran dan mengatakan negaranya sedang mengupayakan “pencegahan paksa” untuk mencegah konflik di masa depan dengan Hamas.
Menanggapi seruan Biden, juru bicara Hamas Hazem Qassam mengatakan, mereka yang berusaha memulihkan ketenangan harus “memaksa Israel untuk mengakhiri agresinya di Yerusalem dan pembomannya di Gaza.” []




















