Jakarta, Gontornews — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan perubahan yang signifikan terhadap perubahan air laut sehingga BMKG mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa Banten, Jumat (2/8).
“Setelah kami menunggu sesuai SOP yaitu 2 jam (setelah gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB) yaitu pukul 21.35 menit, maka peringatan dini tsunami diakhiri tapi bukan dicabut,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di kantor BMKG, Jakarta.
“Bahwa 21.35 WIB menit bahwa peringatan dini tsunami berakhir,” tambahnya menegaskan.
Tidak hanya itu, BMKG juga belum mendapatkan informasi mengenai gempa susulan yang terjadi pasca gempa yang terjadi pada pukul 19.03 WIB tersebut.
“BMKG belum mencatat adanya gempa susulan. Jadi tidak ada gempa susulan,” tegasnya.
Terakhir, BMKG merekomendasikan beberapa hal terkait penanganan paca gempa yang direvisi oleh BMKG berkekuatan 6,9 Skala Richter tersebut. Rekomendasi yang disampaikan oleh BMKG adalah: pertama, Berhubung peringatan dini telah dinyatakan berakhir, maka bagi daerah yang mendapatkan peringatan dini tersebut, maka masyarakat dihimbau untuk kembali ke tempatnya masing-masing.
Kedua, masyarakat dihimbau tetap tenang namun waspada apabila terjadi gempa bumi susulan dan, ketiga, masyarakat dihimbau untuk tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Terakhir, Dwikorita menghimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah sekitar gempa untuk mengecek sekilas bagaimana kondisi bangunan di rumah untuk memastikan para penghuni tetap aman dari ancaman gempa bumi.
“Pastikan informasi resmi bersumber dari BMKG terkait gempa dan tsunami melalui kanal informasi resmi yang terkonfirmasi,” tandasnya.
“Sekali lagi, masyarakat dihimbau tetap tenang,” pungkas Dwikorita. [Mohamad Deny Irawan]





















