Ankara, Gontornews — Badan penanggulangan bencana Turki, Afet ve Acil Durum Yönetimi Başkanlığı (AFAD), Rabu (01/03/2023), mengonfirmasi korban tewas akibat gempa kembar di Turki Selatan mencapai 45.089 orang.
Sebagai informasi, Gempa berkekuatan 7.7 dan 7,6 Skala Richter mengguncang Turki sebelah Selatan pada 6 Februari 2023. Gempa ini juga dapat dirasakan di 11 provinsi berbeda di Turki seperti Adana, Adiyaman, Elazig, Hatay, Gaziantep, Kahramanmaras, Kilis, Malatya, Osmaniye dan Sanliurfa.
Akibat gempa tersebut, lebih dari 13 juta warga Turki terkena dampak gempa serta ribuan warga Suriah yang berbatasan langsung dengan Turki.
Pada Selasa (28/02/2023), Presiden Turki Racip Tayyip Erdogan telah berjanji untuk merekonstruksi wilayah selatan negeri itu.
“Dengan selesainya kegiatan pemindahan puing, kami memlai rekonstruksi dan kebangkitan di wilayah kami,” kata Erdogan dalam konferensi pers di Elbistan, Kahramanmaras, Turki.
“Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan memulai pembangunan 309.000 rumah termasuk rumah desa di seluruh zona gempa,” sambungnya sebagaimana dilansir Yeni Safak.
Sejauh ini, AFAD mencatat ada lebih dari 11.000 gempa susulan yang terjadi di Turki Selatan.
Setidaknya, 6.368 personel pencarian dan penyelamatan masih bekerja di wilayah yang mengalami gempa. Sementara itu, ada lebih dari 234.000 personel dari AFAD, polisi, militer dan kelompok sukarelawan.
Lebih dari 18.000 kendaraan termasuk eskavator, derek, buldozer, truk, truk air, dan truk trailer masuk ke lokasi gempa sebagi upaya pemulihan.
Pemerintah Turki bersama otoritas terkait dan sukarelawan juga telah memasang lebih dari 358.000 tenda bagi korban gempa. Pemerintah juga sedang menyiapkan banyak rumah dari kontainer yang akan disebar ke 11 provinsi dan 332 lokasi terdampak gempa. [Mohamad Deny Irawan]






















