Surakarta, Gontornews — Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin berharap kenaikan harga bahan pokok jelang bulan Ramadhan tidak melampaui kewajaran. Wapres pun menghimbau agar kenaikan harga bahan pokok dapat diantisipasi agar tidak membebani masyarakat.
“Biasanya, menjelang Ramadhan itu suka ada (harga bahan pokok) yang naik. Tetapi, jangan sampai naiknya itu melampaui kewajaran. Fenomena di bulan Ramadhan seperti itu,” kata Wapres KH Ma’ruf Amin saat melakukan keterangan pers dari Alia Hotel Solo, Rabu 1 Februari 2023.
Untuk itu, sambung Wapres, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk mengatasi kenaikan harga akibat kelangkaan barang di pasar.
“Pemerintah sudah mengantisipasi melalui upaya-upaya penanggulangan inflasi, supaya di daerah itu tidak terjadi kenaikan harga karena kelangkaan,” ujar Wapres sebagaimana dilansir wapresri.go.id.
Wapres menambahkan, salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan mendatangkan bahan pokok dari daerah lain yang memiliki stok lebih dengan pemerintah daerah setempat menanggung biaya transportasinya.
“(Upaya dilakukan) dimana-mana sehingga tidak menambah harga. Jadi, harganya tetap seperti di daerah lain sehingga tidak terjadi lonjakan harga. Itu sebenarnya yang sedang dilakukan oleh pemerintah,” jelas Wapres.
Pada kesempatan yang sama, Wapres juga menuturkan bahwa fenomena kenaikan harga di bulan Ramadan ini bersifat sementara. Namun, jika hal ini disebabkan karena kelangkaan barang di pasar, Pemerintah sudah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya inflasi. Untuk itu, beliau meminta pemerintah untuk berperan aktif dalam melakukan pemantauan harga dan masyarakat diimbau untuk tidak panik.
“Jadi, nanti kalau ada di daerah, tentu kita akan melakukan pemantauan (harga bahan pokok). Jangan sampai ada (kelangkaan), akibatnya harganya akan melambung,” tegas Wapres.
Ia menegaskan bahwa adanya tambahan biaya dapat mengakibatkan terjadinya inflasi. Oleh karena itu, perlu penanggulangan inflasi oleh lembaga terkait di daerah. “Faktor ongkos ini mengakibatkan terjadinya inflasi. Oleh karena itu, jika dikaitkan dengan penanggulangan inflasi di daerah, ada lembaganya (penanggulangan inflasi) di daerah itu,” pungkas Wapres. [Mohamad Deny Irawan]






















