Dresden, Gontornews — Dua serangan bom menghantam sebuah masjid dan pusat konvensi di Kota Dresden, Jerman bagian timur, Senin (26/9). Polisi menyebutkan, motif serangan tampaknya xenophobia dan nasionalisme. Tidak ada yang terluka dalam ledakan itu.
Imam masjid, istri dan dua anak laki-laki dikabarkan berada di Masjid Fatih Camii pada saat ledakan. Polisi mengatakan mereka menemukan sisa-sisa bahan peledak buatan sendiri di kedua TKP.
“Meskipun sejauh ini tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, kita harus mengasumsikan bahwa ada motif xenophobia,” kata Kepala Polisi Dresden Horst Kretschmar.
Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan, serangan masjid lebih dari sekedar βskandalβ karena itu terjadi pada malam pertemuan tahunan ke-10 Konferensi Islam Jerman.
Polisi mengaitkan ledakan di pusat kongres dengan rencana ulang tahun ke-26 penyatuan Jerman minggu depan di Dresden yang akan dihadiri oleh Presiden Jerman Joachim Gauck.
“Kami sekarang telah beralih ke mode krisis,” kata Kretzxchmar sembari menyebutkan polisi dikerahkan untuk menjaga dua masjid dan pusat kebudayaan Islam di kota itu.
Sekitar 300 jamaah secara teratur menghadiri shalat Jumat di Masjid Fatih Camii, yang terletak tidak jauh dari pusat bersejarah Dresden.
Ledakan yang terjadi Senin malamitu mendorong pintu depan masjid ke dalam dan membuat dinding masjid penuh dengan jelaga, kata polisi.
Sedangkan ledakan di pusat konvensi – terletak sekitar 2 kilometer dari Masjid Fatih Camii– terjadi sekitar setengah jam kemudian. [Rusdiono Mukri]





















