Sarajevo, Gontornews — Seorang jaksa penuntut kasus kejahatan perang Bosnia mendakwa mantan jenderal militer Serbia di Bosnia, Milomir Savcic, Selasa (31/12). Dalam dakwaannya, Savcic terbukti terlibat dalam pembantaian terhadap 8.000 pria dan anak di Srebenica pada tahun 1995.
Saat insiden genosida Srebenica terjadi, Savcic merupakan pemimpin markas besar Angkatan Darat Serbia-Bosnia 65 Resimen Bermotor. Savcic memimpin batalion polisi militer untuk menangkap serta membunuh warga Bosnia beragama Islam di Srebenica pada Juli 1995.
βSavcic dituduh merencanakan, memimpin dan mengawasi kegiatan selama penangkapan dan penahanan beberapa ratus orang Bosnia di beberapa lokasi seperti di daerah Nova Kasaba serta melakukan penangkapan ilegal, menyiksa juga membunuh mereka,β ungkap pernyataan resmi jaksa penuntut kejahatan perang Bosnia sebagaimana dilansir Reuters.
βSavcic dituduh melakukan tindakan kriminal untuk membantu genosida,β tambah pernyataan tersebut.
Saat itu, pasukan Serbia-Bosnia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladic menyerang Srebencia pada 11 Juli 1995 dengan memisahkan pria dari wanita dan anak-anak dan membunuh sekitar 8.000 warga Bosnia Muslim. Para korban kemudian dimakamkan secara masal.
Dunia menilai, genosida di Srebenica merupakan sebuah insiden kejahatan kemanusiaan terburuk di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Savcic yang saat ini menjabat sebagai presiden organisasi veteran perang Republik Serbia-Bosnia tersebut terbukti membantu Jenderal Ratko Mladic dan Kolonel Ljubisa Beara serta komandan lain yang berasal dari Drina Corps dan Zvornik Brigade yang mengeksekusi pembantaian dan melakukan pemusnahan etnis di daerah Sebrenica.
Belum jelas apa hukuman yang akan dijatuhkan kepada Savcic. Sementara tersangka kejahatan genosida Sebrenica lain yaitu Mladic dan Beara didakwa hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan kriminal internasional untuk mantan kejahatan perang Yugoslavia (the International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia/ICTY).
Sebagaimana diketahui, saat ini, Savcic memegang dua kewarganegaraan yaitu Bosnia dan Serbia. [Mohamad Deny Irawan]





















